PENASULAWESI.COM, PALU – Rangkaian peringatan Haul Habib Idrus bin Salim Aljufri kembali dimeriahkan dengan pelaksanaan Festival Raudhah yang digelar Pemerintah Kota Palu. Kegiatan tahunan ini menghadirkan beragam hiburan bernuansa religi sekaligus menjadi wadah promosi budaya dan ekonomi masyarakat.
Festival Raudhah tahun 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Maret, yang dipusatkan di sepanjang Jalan Sis Aljufri. Kawasan tersebut ditetapkan sebagai kawasan religi oleh Pemerintah Kota Palu dan menjadi pusat kegiatan selama pelaksanaan haul.
Koordinator Festival Raudhah, Muchlis, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan haul, tetapi juga sebagai sarana hiburan bagi masyarakat dan para tamu yang datang dari berbagai daerah.
“Insya Allah pembukaan Festival Raudhah dilaksanakan hari ini, Sabtu sore, dan akan dibuka langsung oleh Wali Kota Palu Hadianto Rasyid. Sejumlah tokoh penting juga dijadwalkan hadir,” ujarnya, Sabtu (28/03).
Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari musikalisasi religi, pameran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga pameran program dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Palu.
Tak hanya itu, setiap harinya juga digelar berbagai lomba yang melibatkan masyarakat. Pada malam hari, pengunjung akan disuguhkan pertunjukan seni dan budaya, seperti penampilan sanggar musik Kaili dan Jepeng.
Muchlis menambahkan, kehadiran seni budaya dalam festival ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada masyarakat luas, sekaligus memberikan hiburan bagi para pengunjung.
“Ini juga menjadi momen untuk menunjukkan betapa kayanya keragaman budaya yang kita miliki, khususnya di Sulawesi Tengah,” tambahnya.
Festival Raudhah diharapkan mampu memberikan pengalaman religius sekaligus hiburan bagi masyarakat, serta memperkuat nilai kebersamaan dalam momentum haul yang sakral. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk mereka kepada para pengunjung yang terus berdatangan. (Ardi/Hady)








