PENASULAWESI.com, SIGI — Penutupan Paskah Nasional V 2026 di Sulawesi Tengah berlangsung khidmat dan meriah di Lapangan Asrama Satuan Brimob Batalyon A Pelopor, Desa Loru, Kecamatan Sigi Biromaru, Minggu malam (26/4/2026). Ribuan umat dari berbagai daerah di Indonesia hadir memadati lokasi kegiatan dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan.
Perayaan yang mengusung tema “Bangkit Bersama Kristus, Memulihkan Bangsa dengan Kasih dan Pengharapan” ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai iman, persaudaraan, serta toleransi lintas umat beragama.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, bersama Ketua TP-PKK Siti Halwiah, Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi, serta jajaran pemerintah daerah, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Penutupan juga dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, para kepala daerah se-Sulawesi Tengah, pimpinan gereja nasional, tokoh lintas agama, unsur Forkopimda, serta aparat TNI-Polri.
Dalam keterangannya, Bupati Sigi menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut. Ia menilai Paskah Nasional V tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga simbol nyata kerukunan dan kebersamaan masyarakat.
“Paskah Nasional ini bukan sekadar perayaan iman, tetapi juga bukti bahwa Sigi adalah rumah bersama bagi keberagaman. Nilai persaudaraan, toleransi, dan cinta kasih tumbuh dan hidup di tengah masyarakat,” ujar Rizal.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan, mulai dari panitia, tokoh agama, aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat yang menjaga suasana tetap aman dan tertib.
Sementara itu, Gubernur Anwar Hafid dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan Paskah Nasional V mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan di Sulawesi Tengah. Menurutnya, antusiasme masyarakat yang hadir dengan tertib menunjukkan bahwa nilai spiritual dan harmoni terus terjaga.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata persaudaraan dan persatuan masyarakat. Paskah ini memperlihatkan bahwa harmoni dan keberagaman adalah kekuatan kita,” ungkapnya.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang dinilai mencerminkan praktik toleransi yang nyata di tengah masyarakat.
“Sulawesi Tengah menunjukkan diri sebagai contoh toleransi yang hidup. Ini bisa menjadi laboratorium toleransi Indonesia,” ujarnya.
Penutupan Paskah Nasional V 2026 berlangsung penuh makna melalui ibadah raya, pujian, serta refleksi kebangsaan yang meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga persaudaraan lintas iman di Indonesia.
Momentum ini sekaligus menandai estafet pelaksanaan Paskah Nasional VI Tahun 2027 yang direncanakan digelar di Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Bagi Kabupaten Sigi dan Sulawesi Tengah, kegiatan ini menjadi bukti bahwa daerah ini tidak hanya mampu menjadi tuan rumah kegiatan nasional, tetapi juga simbol hidupnya toleransi, persatuan, dan pengharapan bagi bangsa Indonesia. ***









