penasulawesi.com, SIGI — Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sigi, Selvy, menerima hadiah berupa sapu lidi setelah instansinya menempati peringkat pertama dalam kategori kantor organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai kurang bersih dan indah dalam Lomba Pakagali Pakagaya Ngata.
Pengumuman hasil lomba berlangsung di pelataran Kantor Bupati Sigi, Selasa malam (18/8/2026). Dalam kategori tersebut, Dinas PMD berada di peringkat pertama, disusul Sekretariat DPRD Kabupaten Sigi di posisi kedua dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di peringkat ketiga.
Pemberian sapu lidi kepada pimpinan instansi menjadi salah satu hal yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut. Sapu lidi diberikan sebagai simbol sekaligus pesan agar hasil penilaian menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kebersihan, kerapian, dan keindahan lingkungan kantor.
Dengan hasil tersebut, Dinas PMD menjadi instansi dengan penilaian terendah dalam aspek kebersihan dan keindahan pada kategori kantor OPD di daerah itu.
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae mengatakan, penilaian Pakagali Pakagaya Ngata tidak berhenti pada satu kali penilaian. Evaluasi akan kembali dilakukan pada Desember mendatang.
“Dalam satu tahun, penilaian ini akan saya lakukan dua kali. Tahun depan, insyaallah jika kita semua diberikan kesehatan dan umur panjang, pada Juni bertepatan dengan hari ulang tahun Kabupaten Sigi, kita umumkan hasil penilaian sekaligus memberikan hadiahnya. Begitu juga pada Desember, kita kembali melakukan penilaian,” ujarnya.
Menurut Rizal, penilaian secara berkala penting dilakukan agar kebersihan dan keindahan lingkungan tidak hanya menjadi perhatian ketika lomba berlangsung.
“Kalau hanya dinilai kali ini, bisa saja besok terulang lagi. Jadi jangan menganggap karena menang kali ini, tahun depan pasti akan menang. Itu belum tentu,” katanya.
Ia menegaskan, Pakagali Pakagaya Ngata merupakan bagian dari implementasi program pemerintah pusat dan bukan semata-mata program kepala daerah.
“Ini program Bapak Presiden, bukan program Rizal dan Samuel Pongi saja. Ini merupakan implementasi dari program ASRI Bapak Presiden. Karena itu saya jadikan program ini Pakagali Pakagaya Ngata,” jelasnya.
Sapu lidi yang diterima Kepala Dinas PMD tersebut pun menjadi pengingat agar hasil penilaian tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan simbolis. Ke depan, kebersihan dan keindahan lingkungan kantor diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja yang terus dijaga. (Ardi)








