
penasulawesi.com, SIGI — Ketua Bandan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Balamoa, Kecamatan Dolo Barat, Tasbi, SE, menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat kepada anggota DPRD Kabupaten Sigi, Fadlin, saat melaksanakan reses di Desa Balamoa.
Salah satu aspirasi utama yang disampaikan Tasbi adalah kondisi Balai Desa Balamoa yang dinilai sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian pemerintah.
Ia menjelaskan, bangunan balai desa tersebut telah berdiri sejak lama dan hingga kini belum dapat difungsikan secara maksimal. Sejumlah bagian bangunan, khususnya atap dan konstruksi pendukungnya, masih membutuhkan penyelesaian.
“Kalau saya menyampaikan ini, kami meminta bantuan untuk Balai Desa. Balai Desa kami betul-betul sangat hancur,” katanya.
Tasbi mengatakan, pemerintah desa menghadapi keterbatasan dalam menggunakan dana desa untuk menyelesaikan pembangunan tersebut. Karena itu, ia meminta anggota DPRD Sigi membantu mencarikan solusi maupun sumber anggaran yang memungkinkan untuk memperbaiki Balai Desa Balamoa.
Menurutnya, keberadaan balai desa sangat penting bagi masyarakat. Selain sebagai pusat pemerintahan desa, bangunan tersebut juga dapat digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat, termasuk pertemuan kelompok tani dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
“Kalau hujan, kasihan. Kondisinya sangat memprihatinkan. Kami meminta bagaimana jalan keluarnya supaya Balai Desa kami bisa berubah dan dapat digunakan kembali,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan mantan Kades Balamoa, Simon Singgo. Ia menyatakan persoalan kondisi Balai Desa Balamoa perlu mendapat perhatian. Ia menyebut bangunan tersebut telah berusia cukup tua sehingga membutuhkan penanganan.
Simon juga memahami persoalan keterbatasan anggaran desa yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. Karena itu, ia mendorong agar dicari mekanisme bantuan yang memungkinkan untuk mendukung penyelesaian pembangunan maupun rehabilitasi balai desa.
Ia menilai Balai Desa memiliki fungsi penting sebagai tempat berbagai kegiatan masyarakat. Apalagi, kondisi balai desa yang tidak layak membuat masyarakat harus menggunakan tempat lain untuk melaksanakan pertemuan.
“Di sini ada dua macam kebutuhan. Ada pertemuan kelompok tani dan ada pertemuan seperti ini. Sebenarnya di balai desa bisa dilaksanakan, tetapi bagaimana balai desa kita yang sudah lama itu belum jadi-jadi,” ujarnya.
Sementara Fadlin, menyampaikan akan menindaklanjuti aspurasi masyarakat desa Balamoa kepada pihak pemerintah darah kabupaten Sigi. Ia menegaskan, aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses akan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan mekanisme yang ada. (Ardi)








