
PENASULAWESI.COM, SIGI – Masyarakat Bambakoro, Kecamatan Lariang, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, menyoroti perusahaan tambang pasir yang beroperasi di wilayah desa mereka. Pasalnya, fasilitas umum seperti jalan desa dan jembatan rusak diduga akibat beban mobilitas kendaraan perusahaan.
Warga setempat menghentikan aktivitas perusahaan dan menuntut perbaikan badan jalan. “Kami masyarakat Bambakoro menghentikan aktivitas perusahaan sampai mereka menyelesaikan tuntutan kami,” ungkap Munawir, tokoh masyarakat Bambakoro, Kamis (27/11/2025).
Pihak dusun sudah meminta perusahaan tambang memperbaiki jalan, tapi tak direspon. “Mereka hanya memikirkan keuntungan sendiri tanpa mempedulikan dampak lingkungan dan infrastruktur desa,” katanya.
Perbaikan sudah dimulai hari ini, Kamis 27 November, setelah masyarakat setempat melakukan aksi di jalan dan menghentikan aktifitas perusahaan. “Kami berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh karena berdampak pada penggunaan jalan, khususnya para pelajar,” tegas Munawir. (Ardi)








