Kembali Dapat Beasiswa PIP, Kepala SD Inpres Balongga: Terimakasih ibu Nilam Sari untuk Kedua Kalinya

PENASULAWESI.COM, SIGI – Kepala Sekolah SD Inpres Balongga, Sapran, S.Pd, M.Si, kembali menyampaikan ucapan terima kasih kepada Nilam Sari Lawira, Anggota DPR RI Komisi X, atas bantua Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) untuk kedua kalinya di sekolah yang ia pimpin, Rabu (7/1/2026).

Bantuan tersebut dinilai sangat membantu para siswa dan orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan.

Sapran mengungkapkan, pada tahap pertama penyaluran PIP aspirasi, sebanyak 31 siswa SD Inpres Balongga telah menerima bantuan. Kemudian pada tahap kedua, kembali disalurkan kepada 24 siswa. Jumlah tersebut menjadi bukti nyata perhatian terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Ini sudah yang kedua kalinya kami menerima bantuan PIP dari Ibu Nilam Sari Lawira. Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Bantuan ini benar-benar dibutuhkan oleh para orang tua siswa untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak mereka,” ujar Sapran.

Menurutnya, Beasiswa PIP sangat membantu meringankan beban ekonomi orang tua, mulai dari pembelian perlengkapan sekolah, seragam, hingga kebutuhan penunjang lainnya. Dengan adanya bantuan tersebut, siswa diharapkan dapat lebih fokus dalam mengikuti proses belajar mengajar.

Penyerahan bantuan PIP di SD Inpres Balongga dilakukan oleh Koordinator PIP Kabupaten Sigi, Irma Yangka, yang didampingi oleh Anggota DPRD Kabupaten Sigi, Candra Sunusi dari Partai NasDem. Proses penyaluran berlangsung lancar dan disambut antusias oleh pihak sekolah serta para orang tua siswa.

Meski demikian, Sapran berharap ke depan penyaluran Beasiswa PIP aspirasi dari Nilam Sari Lawira dapat menjangkau seluruh siswa di SD Inpres Balongga yang hingga kini belum pernah menerima bantuan serupa.

Sapran menyebutkan, masih terdapat 21 siswa yang sama sekali belum mendapatkan PIP dari pemerintah.

“Kami berharap ke depan semua siswa kami yang membutuhkan bisa mendapatkan kesempatan yang sama. Masih ada 21 siswa yang belum pernah menerima PIP, dan kami berharap mereka juga bisa terbantu,” tambahnya.

Sapran menegaskan, pemerataan bantuan pendidikan sangat penting untuk memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dalam mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi. “Bantuan PIP diharapkan terus berlanjut sebagai wujud komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya di daerah,” harap Sapran. (Ardi)