PENASULAWESI.COM, SIGI – Satu unit Hunian Tetap (Huntap) di Desa Poi, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, dilaporkan kehilangan meteran listrik (token listrik). Kehilangan tersebut diduga akibat tindak pencurian.
Huntap Poi yang kehilangan token listrik ini merupakan pembangunan hunian tetap tahap keempat yang baru selesai dikerjakan dan hingga kini belum ditempati.
Pantauan media ini di lokasi, Selasa (13/1/2025) menunjukkan, dari total 31 unit Huntap yang telah rampung dibangun di Blok G, hanya satu unit yang tidak lagi memiliki meteran listrik, yakni Huntap Nomor 14. Pada dinding tempat pemasangan meteran tampak kosong tanpa perangkat pengukur listrik.
Kepala Desa Poi, Amir, saat dikonfirmasi mengaku telah mengetahui laporan kehilangan meteran listrik tersebut. Informasi itu diterimanya dari salah satu perangkat desa.
“Iya, sudah ada laporan dari kaur desa sejak kemarin,” ujar Amir singkat, yang dihubungi via WhatsAppnya.
Ia menduga pelaku pencurian memiliki pengetahuan teknis terkait instalasi listrik. Pasalnya, meteran tersebut sebelumnya telah teraliri listrik dan dilepas dengan rapi.
“Kalau saya lihat, ini seperti ada keterlibatan orang yang paham soal meteran listrik karena pelepasannya cukup rapi,” ungkapnya.
Sementara itu, sejumlah warga di sekitar lokasi menyebutkan bahwa hilangnya fasilitas di kawasan Huntap Poi bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, dinamo air pada Huntap tahap pertama dan kedua juga dilaporkan banyak yang hilang.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait pengamanan aset negara di kawasan Huntap Poi, terutama karena bangunan masih dalam kondisi kosong pasca penyelesaian proyek.
Warga berharap pihak terkait dapat meningkatkan pengawasan serta sistem keamanan di lokasi pembangunan Huntap Poi guna mencegah terjadinya pencurian dan kerusakan fasilitas sebelum hunian tersebut resmi ditempati oleh masyarakat terdampak. (Ardi)








