PENASULAWESI.COM, SIGI – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Hal ini disampaikannya usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.
Menurut Bupati Rizal, Rakornas menjadi momentum strategis bagi pemerintah daerah untuk memastikan arah pembangunan di Kabupaten Sigi berjalan sejalan dengan kebijakan dan program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Rakornas yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan dihadiri ribuan kepala daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan DPRD, serta perwakilan kementerian dan lembaga dari seluruh Indonesia.
Bupati Sigi hadir bersama Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, didampingi unsur Forkopimda Kabupaten Sigi, antara lain Ketua DPRD Sigi Minhar Tjeho, Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga, SH., S.I.K., MH, serta Kepala Kejaksaan Negeri Sigi M. Aria Rosyid, SH., MH.
“Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Daerah harus sejalan dengan kebijakan nasional agar program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sigi,” ujar Bupati Rizal Intjenae.
Ia menegaskan, Pemkab Sigi siap mendukung dan mengimplementasikan seluruh program prioritas nasional, khususnya di sektor swasembada pangan, swasembada energi, kesehatan, dan pendidikan, dengan menyesuaikan potensi serta kebutuhan daerah.
Pasca Rakornas, Pemkab Sigi memperkuat perencanaan, mempercepat program strategis, dan meningkatkan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kewaspadaan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Presiden menyoroti dampak konflik internasional terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan nasional, serta menegaskan komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri bebas aktif dan prinsip nonblok yang dibarengi dengan penguatan kemandirian nasional.
Selain isu geopolitik, Presiden juga memaparkan arah besar pembangunan nasional melalui strategi transformasi bangsa yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup rakyat, pemenuhan kebutuhan dasar, kesehatan, pendidikan, serta penguatan ekonomi nasional.
Swasembada pangan dan swasembada energi menjadi pilar utama dalam mewujudkan kedaulatan dan kesejahteraan bangsa. (***)








