Pemkab Sigi Gelar Rakerda di Pipikoro, Fokus Tekan Stunting, Kemiskinan, dan Percepat Pembangunan Pegunungan

PENASULAWESI.COM, SIGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi menggelar kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Pemerintah Daerah (Rakerda) di Kecamatan Pipikoro, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sekolah Dasar (SD) Kompleks Lapangan Desa Kantewu 1 ini menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memaparkan arah percepatan pembangunan wilayah pegunungan.

Rakerda dipimpin langsung oleh Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, didampingi Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi. Turut hadir Ketua TP PKK Sigi Siti Halwiah, Staf Ahli PKK Roro Istanti Pongi, Ketua DPRD Sigi Minhar Tjeho, sejumlah anggota DPRD, para kepala OPD, Camat Pipikoro, seluruh kepala desa, serta tokoh pendidik dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam arahannya, Bupati Rizal menegaskan bahwa penurunan angka stunting dan kemiskinan di Kabupaten Sigi merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor.

Peran aktif PKK dan pemerintah desa dinilai sangat penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui berbagai intervensi di lapangan.

“Menurunkan angka kemiskinan itu tidak mudah. Namun melalui aksi nyata, seperti pemberian bantuan pangan dan intervensi gizi tepat sasaran, angka kemiskinan Sigi berhasil turun signifikan,” ujar Rizal.

Meski demikian, Rizal menyoroti masih adanya ketidaksinkronan data bantuan sosial, khususnya terkait kepesertaan jaminan sosial dan bantuan bagi warga tidak mampu. Menurutnya, penurunan angka kemiskinan seharusnya diikuti dengan berkurangnya beban anggaran jaminan sosial.

“Ini menandakan masih ada persoalan data. Karena itu, kita dorong penguatan satu data agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” tegasnya.

Sebagai upaya perbaikan, Pemkab Sigi telah meluncurkan program Satu Data Kependudukan, termasuk percepatan pelaporan peristiwa kematian agar segera tercatat di Dinas Kependudukan dan terintegrasi dengan data kemiskinan serta bantuan sosial.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Rizal juga menyampaikan rencana masuknya investasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di wilayah Pipikoro. Ia menegaskan investasi tersebut ramah lingkungan dan sejalan dengan komitmen daerah menjaga kelestarian alam.

“PLTA tidak merusak lingkungan, justru menjaga daerah hulu. Selain membuka lapangan kerja, masyarakat sekitar juga akan mendapatkan manfaat listrik dan program CSR untuk pendidikan, kesehatan, serta rumah ibadah,” jelasnya.

Rizal menegaskan Pemkab Sigi tidak membuka ruang bagi investasi yang merusak alam, termasuk pertambangan yang tidak berkelanjutan. Arah pembangunan daerah difokuskan pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan energi hijau.

Di sektor ekonomi, Pemkab Sigi mendorong hilirisasi produk pertanian unggulan Pipikoro seperti kakao, kopi, bawang, dan komoditas lainnya. Pemerintah daerah telah menjalin komunikasi dengan kementerian terkait untuk membuka akses pasar, termasuk peluang ekspor dan pengembangan industri pengolahan.

“Saya siap menjadi manajer pemasaran hasil pertanian masyarakat. Kita ingin petani tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mendapatkan nilai tambah,” ungkap Rizal.

Ia juga menyebutkan tengah berlangsung kajian kelayakan (feasibility study) oleh Universitas Tadulako sebagai dasar pengembangan kawasan perkebunan dan peternakan terpadu di Pipikoro, sekaligus membuka peluang investasi nasional.

Selain itu, Pemkab Sigi memastikan percepatan pembangunan infrastruktur jalan, khususnya akses penghubung antarwilayah pegunungan.

Pemerintah daerah juga mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat, serta pengembangan kawasan transmigrasi prioritas nasional.

Menutup arahannya, Bupati Rizal meminta seluruh kepala desa menjadikan pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi lokal sebagai program prioritas desa dengan pengawalan serius dari seluruh perangkat daerah.

“Kalau soal jalan dan pelayanan dasar, itu sudah menjadi tanggung jawab kami. Tanpa diminta pun, itu akan tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah,” pungkasnya. (***)

Sumber: Humas Pemda Diskominfo Sigi