Alia Idrus dan Irma Yangka, Dua Srikandi Dapil III Sigi yang Konsisten Perjuangkan Aspirasi Rakyat

PENASULAWESI.COM, SIGI – Peran perempuan dalam panggung politik lokal Kabupaten Sigi kian terlihat nyata. Dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Sigi, dua figur perempuan, Alia Idrus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Irma Haflianty Yangka dari Partai NasDem, terus menunjukkan komitmen dan konsistensi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Sebagai anggota DPRD Kabupaten Sigi, Alia dan Irma dikenal aktif turun ke lapangan, menyerap aspirasi, serta vokal menyuarakan kebutuhan masyarakat Dapil III yang meliputi Kecamatan Kulawi, Kulawi Selatan, Pipikoro, dan Lindu.

Wilayah ini dikenal memiliki kekayaan budaya, potensi kuliner, serta keindahan alam yang besar namun membutuhkan perhatian pembangunan yang berkelanjutan.

Alia Idrus, legislator berdarah Arab yang dikenal dengan gaya bicara tegas dan lugas, menaruh perhatian besar pada pelestarian budaya lokal. Salah satu fokusnya adalah kuliner khas Ayam Bambu dari Kulawi Raya yang baru-baru ini sukses digelar dalam festival perdana.

Menurut Alia, Ayam Bambu bukan sekadar kuliner tradisional, tetapi identitas budaya masyarakat Kulawi yang harus dijaga dan dipromosikan secara lebih luas. Ia bahkan berencana mendorong kuliner khas tersebut untuk dicatatkan dalam rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai bentuk pengakuan nasional.

“Kita harus bangga dengan potensi budaya lokal yang kita miliki. Tugas kami sebagai wakil rakyat adalah memastikan potensi ini tidak hanya dikenal di Sigi, tetapi juga di tingkat nasional,” ujar Alia.

Sementara itu, Irma Haflianty Yangka menunjukkan perhatian besar pada pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat.

Legislator NasDem ini menilai festival budaya dan kuliner seperti Festival Ayam Bambu memiliki dampak ganda, tidak hanya dalam pelestarian budaya, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Irma menekankan pentingnya dukungan anggaran dan perencanaan yang matang agar kegiatan tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan.

“Kegiatan seperti ini membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal, khususnya pelaku UMKM di Kulawi Raya. Jika dikelola dengan baik, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Irma.

Selain sektor budaya dan ekonomi kreatif, kedua legislator perempuan ini juga aktif mendorong pembangunan infrastruktur serta pengembangan pariwisata di wilayah Dapil III. Mereka sepakat bahwa pembangunan harus dilakukan secara inklusif dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku utama.

“Dapil III memiliki potensi besar, baik dari segi budaya, kuliner, maupun pariwisata. Kami di DPRD akan berupaya semaksimal mungkin agar pembangunan berjalan sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat,” tegas Irma.

Kerja keras dan dedikasi Alia Idrus dan Irma Haflianty Yangka telah membawa angin segar bagi pembangunan Dapil III Sigi. Kehadiran keduanya di parlemen daerah tidak hanya memperjuangkan aspirasi masyarakat, tetapi juga menjadi inspirasi, khususnya bagi perempuan, untuk berani mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah. (***)