
PENASULAWESI.COM, PALU – Nuansa kebersamaan dan kenangan menyelimuti kompleks Alkhairat, Jalan Sis Al Jufri, saat puncak Haul Guru Tua ke-58 berlangsung. Momen istimewa ini dimanfaatkan para alumni Madrasah Alia (MA) 1996 untuk menggelar reuni sekaligus berbagi kebaikan dengan menyiapkan menu gratis bagi para tamu haul.
Sejak pagi, aroma masakan dan tawa para alumni menyatu dengan suasana religius di kompleks Alkhairat. Alumni dari berbagai angkatan berkumpul, saling bertukar kabar, dan mengenang masa-masa belajar di MA 96. Beberapa di antara mereka asyik berbagi kisah tentang pengalaman belajar, kebersamaan di kelas, serta kenangan lucu yang masih membekas hingga kini.
“Reuni ini istimewa karena bertepatan dengan haul Guru Tua. Selain bernostalgia, kami bisa ikut berbagi berkah kepada para tamu yang hadir,” ungkap Ima Suari, salah satu alumni angkatan 1996.
Kegiatan reuni tidak hanya sekadar silaturahmi. Para alumni menyiapkan berbagai menu gratis, mulai dari nasi kotak hingga minuman, yang disajikan dengan penuh perhatian bagi ribuan tamu dari berbagai daerah.
Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sekaligus perpanjangan nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan guru tua.
Ima Suari menambahkan, bahwa acara ini menjadi ajang refleksi sekaligus mempererat solidaritas antaralumni. “Di momen ini, kami juga memperkuat silaturahmi dan kebersamaan antar alumni,” ujar Ima.
Suasana haru terasa ketika beberapa alumni menceritakan pengalaman dan nilai-nilai yang mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari berkat bimbingan ustad dan ustadzah saat menempuh pendidikan di MA 96.
Acara ditutup dengan foto bersama di kompleks Alkhairat, meninggalkan kenangan manis sekaligus rasa syukur. Reuni MA 96 di puncak Haul Guru Tua ini tidak hanya menghidupkan nostalgia, tetapi juga menegaskan nilai berbagi, kebersamaan, dan kecintaan terhadap pendiri utama Alkhairat. (ARDI)














