penasulawesi.com, SIGI – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tengah resmi membuka Pameran Dekranasda dan Pasar Rakyat dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-31 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Kabupaten Sigi, Sabtu (6/6/2026).
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Sekretaris Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah, Lilis Suryani Willah, yang membacakan sambutan Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah, Sri Nirwanti Bahsuan.
Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi Drs. H. Nuim Hayat, Ketua Dekranasda Kabupaten Sigi Hj. Sitti Hawiyah, para kepala OPD, serta Forkomimda Kabupaten Sigi.
Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Sulteng menyampaikan bahwa pameran yang menjadi rangkaian MTQ ke-31 tersebut merupakan program rutin Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang melibatkan Dekranasda kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah.
“Kegiatan pameran dalam rangka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Provinsi Sulawesi Tengah merupakan kegiatan yang telah diprogramkan secara rutin oleh Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dengan melibatkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Menurutnya, kegiatan pameran menjadi bukti nyata kolaborasi antara kegiatan religius dengan pengembangan sektor kerajinan daerah. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan dan pemerhati kerajinan diajak untuk bersinergi dalam mendorong kemajuan industri kerajinan di Sulawesi Tengah.
Ia menilai perkembangan industri kerajinan di Sulawesi Tengah saat ini menunjukkan tren yang positif. Berbagai produk kerajinan dengan bentuk dan corak yang beragam terus bermunculan, didukung oleh perkembangan teknologi dan pemanfaatan platform digital.
“Pertumbuhan industri kerajinan di Sulawesi Tengah cukup pesat. Beragam produk kerajinan terus berkembang baik dari sisi bentuk maupun coraknya. Kondisi ini tidak terlepas dari kemajuan teknologi berbasis digital,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa esensi dari penyelenggaraan pameran adalah sebagai bagian dari upaya pembinaan terhadap pelaku industri kerajinan yang dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota.
Meski pameran yang digelar saat ini masih berskala lokal, Dekranasda Sulteng berharap produk-produk yang ditampilkan dapat dikurasi dengan baik sehingga berpeluang mengikuti ajang yang lebih besar, termasuk Pameran Kriya Nusa yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada September 2026.
Ajang tersebut merupakan program tahunan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat yang diikuti oleh Dekranasda dari seluruh Indonesia bersama pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) binaan.
“Melalui kesempatan ini, saya berharap hasil produk kerajinan yang dipamerkan saat ini dapat dikurasi dengan baik sehingga layak dan memungkinkan untuk dibawa pada ajang pameran berskala nasional bahkan internasional,” katanya.
Pada kesempatan itu, Ketua Dekranasda Sulteng juga menegaskan bahwa kemajuan dan eksistensi sektor kerajinan merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan seluruh pihak dinilai penting agar sektor kerajinan mampu berkontribusi terhadap pencapaian visi pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai wilayah pertanian dan industri berbasis sumber daya alam yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pengguntingan pita serta peninjauan stan pameran yang diikuti peserta dari 12 kabupaten dan satu kota di Sulawesi Tengah. (Ardi)









