Ketu TP PKK Sigi Ingatkan Pentingnya Pendataan untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

PENASULAWESI.COM, SIGI – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sigi, Hj. Siti Halwiah mengingatkan pentingnya pendataan yang akurat guna memastikan bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran. Hal tersebut disampaikannya menyikapi masih adanya ketidaksesuaian data kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sigi.

Ia menyebutkan, saat ini angka kemiskinan di Sigi masih berada di kisaran 26 ribu jiwa atau sekitar 10,47 persen. Meski angka tersebut menunjukkan tren penurunan, menurutnya masih banyak persoalan yang perlu dibenahi, terutama di tingkat bawah.

“Alhamdulillah kemiskinan di daerah kita sudah turun, namun masih banyak gejolak di bawah. Ditemukan ada yang seharusnya berada di desil I, tetapi justru tercatat di desil 6. Ini yang harus kita benahi bersama,” ujar Siti Halwiah, di acara peluncuran Posyandu 6 SPM di Kecamatan Tanambulava, Sabtu (14/2).

Hj. Halwiah menegaskan bahwa pendataan dan perekaman KTP menjadi langkah penting agar pemerintah dapat mengetahui secara pasti kondisi masyarakat. Dengan data yang akurat, bantuan sosial maupun program pembangunan dapat disalurkan kepada mereka yang benar-benar berhak.

Ia juga menyoroti masih adanya warga yang belum memiliki dokumen kependudukan, seperti KTP dan akta kelahiran. Bahkan, terdapat anak-anak yang belum memiliki akta kelahiran karena perkawinan orang tuanya belum tercatat dan belum memiliki akta nikah.

“Kalau tidak tercatat, mereka akan kesulitan mengakses bantuan dan pelayanan dasar. Ini yang harus kita selesaikan bersama,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Hj. Halwiah juga menekankan pentingnya peran kader Posyandu. Menurutnya, kader Posyandu bukan hanya berperan dalam pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam membantu pendataan dan memastikan anak-anak memiliki identitas resmi.

“Kami berharap, dengan sinergi antara pemerintah daerah, kader Posyandu, dan masyarakat, tidak ada lagi warga yang tercecer dari pendataan, sehingga seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil dan merata,” ujarnya. (Ardi)