Ketua DPD NasDem Sigi Tekankan Penguatan Struktur dan Konsolidasi Berkelanjutan Jelang 2026

PENASULAWESI.COM, SIGI – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Sigi, Ilyas Nawawi, menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas capaian konsolidasi internal partai yang telah berjalan hingga saat ini. Ia menilai struktur organisasi Partai NasDem di Kabupaten Sigi telah terbentuk dengan cukup baik.

“Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Besar. Sampai hari ini Partai NasDem telah menyelesaikan hampir setengah dari pembentukan dan penguatan struktur organisasi di masing-masing tingkatan,” ujar Ilyas Nawawi, saat menggelar Refleksi Akhir Tahun yang dirangkaikan doa bersama, Rabu malam (31/12/2025).

Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal awal yang penting. Namun ke depan, tugas utama seluruh jajaran pengurus adalah mempertajam dan memperkuat struktur partai hingga tingkat kecamatan serta memastikan peran masing-masing pengurus berjalan sesuai tugas dan fungsi.

Ilyas menegaskan, seluruh jabatan struktural Partai NasDem telah berkomitmen untuk secara serentak melakukan penggalangan, pertemuan, dan konsolidasi yang berkelanjutan di setiap wilayah. Konsolidasi tersebut, kata dia, harus dilakukan secara serius dan terkoordinasi.

“Kita tidak menghendaki struktur hanya ada di atas kertas. Masing-masing pengurus harus benar-benar bekerja sesuai tupoksinya,” tegasnya.

Ia memberi contoh, para wakil ketua bidang harus aktif turun ke masyarakat. Wakil Ketua Bidang Organisasi, misalnya, bertugas mengecek kesiapan struktur di lapangan. Sementara Wakil Ketua Bidang Ekonomi harus menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat untuk memahami persoalan ekonomi yang mereka hadapi.

“Bagaimana kita bisa tahu persoalan masyarakat kalau kita tidak menjemput bola? Itu tugas kita untuk menjembatani dan memfasilitasi aspirasi masyarakat,” katanya.

Menghadapi agenda politik tahun 2029, Ilyas mengingatkan seluruh kader agar tidak bersikap santai. Ia menilai persaingan politik ke depan akan semakin ketat dengan munculnya berbagai kompetitor.

“Kalau kemarin kita masih bisa santai, mulai tahun 2026 tidak boleh lagi. Persaingan akan semakin keras, dan semua partai tentu sedang memperkuat sumber daya serta jaringannya,” ujarnya.

Ia juga mengakui adanya keterbatasan anggaran dalam organisasi, namun menekankan bahwa penguatan jaringan dan kaderisasi tidak boleh dikurangi.
“Anggaran boleh terbatas, tapi jaringan tidak boleh dilemahkan. Justru dengan jaringan yang kuat, kita bisa menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Ardi)