
SIGI – Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi menggelar panen raya padi di Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, Kamis (4/9/2025). Ketua Komisi III DPRD Sigi Herman Latabe hadir mewakili Ketua DPRD Sigi.
Herman, menegaskan bahwa panen raya ini menjadi simbol nyata kebangkitan sektor pertanian pasca bencana gempa bumi dan likuefaksi 2018, ini kata dia adalah momentum penting bagi Sigi.
“Panen raya kali ini adalah bukti nyata bahwa kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga masyarakat tani mampu memulihkan Sigi dari keterpurukan,” tegas Herman Latabe.
Anggota DPRD Sigi dua periode ini menambahkan bahwa DPRD Sigi bersama pemerintah daerah akan terus mendukung penuh program pembangunan pertanian, baik melalui regulasi, anggaran, maupun pengawasan. Sektor pertanian yang menyumbang hampir 48 persen terhadap PDRB Sigi harus menjadi prioritas pembangunan berkelanjutan.
“Kami di DPRD Sigi berkomitmen memperkuat peran petani, memastikan mereka mendapat dukungan benih, alsintan, hingga akses pasar. Dengan begitu, Sigi tidak hanya surplus beras, tetapi juga semakin kokoh sebagai lumbung pangan Sulawesi Tengah,” imbuhnya.
Dalam panen raya kali ini, sawah seluas 500 hektare dipanen serentak dengan produktivitas rata-rata 7 ton per hektare. Hingga Agustus 2025, luas tanam mencapai 13.253 hektare, panen 16.209 hektare, dengan estimasi produksi 112.991 ton gabah kering panen.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Pangdam XXIII/Palaka Wira, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI Andi Nur Alamsyah, Forkopimda, serta kelompok tani dan tokoh masyarakat.
Herman meyakini bahwa dengan dukungan semua pihak, Sigi akan terus melangkah maju, bukan hanya untuk petani, tetapi juga bagi kesejahteraan seluruh masyarakat. (Ardi)








