Partai NasDem dan Cerita Hangat di Malam Pergantian Tahun Sigi

PENASULAWESI.COM, SIGI – Malam merayap pelan di Jalan Karaja Lemba, Sigi-Palu. Udara akhir tahun terasa sejuk, seolah memberi ruang bagi setiap doa dan harapan yang hendak dilepaskan.

Di bawah langit yang sesekali disinari cahaya petasan, jajaran pengurus DPD Partai NasDem Kabupaten Sigi berkumpul, menyambut detik-detik pergantian Tahun Baru 2026 dengan cara yang sederhana namun sarat makna.

Ketua DPD NasDem Sigi, Ilyas Nawawi, hadir bersama Sekretaris Rudi Asiko dan para pengurus lainnya. Mereka tidak berdiri terpisah sebagai struktur organisasi, melainkan membaur dalam satu lingkar kebersamaan. Malam itu, jabatan seolah melebur menjadi senyum, canda ringan, dan sapaan hangat antar sesama.

Sebelum sorak sorai pergantian tahun pecah, acara Refleksi Akhir Tahun dan doa bersama digelar dengan khidmat. Doa-doa dipanjatkan perlahan, menyusuri harapan akan hari-hari yang lebih baik, bagi organisasi, bagi masyarakat, dan bagi tanah Sigi yang mereka cintai. Refleksi menjadi ruang sunyi untuk menengok perjalanan setahun ke belakang, tentang kerja, pengabdian, dan pelajaran yang tertinggal.

Ketika jarum jam mendekati angka dua belas, suasana berubah. Tiupan terompet mulai terdengar, disusul dentuman petasan yang memecah keheningan malam. Cahaya singkat dari letupan petasan menerangi wajah-wajah yang tersenyum, menandai lahirnya tahun yang baru. Tak ada kemewahan, hanya kegembiraan yang jujur dan rasa syukur yang sederhana.

Beberapa warga sekitar ikut menyaksikan dan larut dalam suasana. Anak-anak tertawa, orang dewasa berbincang, dan malam di jalan Karajalembah menjadi saksi kebersamaan yang terjalin tanpa sekat. Di tengah riuh rendah perayaan, terasa satu pesan yang mengalir tenang, kebersamaan adalah kekuatan yang paling dasar.

Malam pergantian tahun 2025-2026 itu pun berlalu dengan tertib dan damai. Saat dentuman petasan mereda dan suara terompet perlahan menghilang, yang tersisa adalah harapan, bahwa Tahun 2026 akan dijalani dengan semangat baru, langkah yang lebih bijak, dan komitmen untuk terus memberi arti bagi masyarakat Kabupaten Sigi.

Di Jalan Karaja Lembah, tahun baru tidak hanya disambut dengan bunyi dan cahaya, tetapi juga dengan doa, refleksi, dan keyakinan bahwa setiap awal selalu membawa kesempatan untuk menjadi lebih baik. (Ardi)