Pemkab Sigi Dorong Kolaborasi Fakultas Peternakan Untad dan SASPRI untuk Majukan Peternakan Sigi

 

Staf Ahli Bupati Sigi Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan dan SDM sekaligus Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi, Rahmad Iqbal Nurkhalish, saat melakukan silaturahmi bersama Tim Evaluasi SASPRI Nasional yang dipimpin Prof. Muladno dari Institut Pertanian Bogor (IPB), dengan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Tadulako, Prof. Ir. Damry, MSc.Ag., Ph.D.

PENASULAWESI.COM, SIGI — Upaya mendorong pembangunan sektor peternakan dan kesehatan hewan di Kabupaten Sigi terus diperkuat. Salah satunya melalui penguatan jejaring kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi dan komunitas peternak.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Sigi Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan dan SDM sekaligus Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi, Rahmad Iqbal Nurkhalish, saat melakukan silaturahmi bersama Tim Evaluasi SASPRI Nasional yang dipimpin Prof. Muladno dari Institut Pertanian Bogor (IPB), dengan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Tadulako, Prof. Ir. Damry, MSc.Ag., Ph.D.

Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026, di ruang Dekan Fakultas Peternakan Universitas Tadulako.

Rahmad Iqbal mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun jejaring kolaborasi yang lebih kuat dalam rangka mewujudkan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan Kabupaten Sigi yang lebih baik, maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para peternak.

“Melalui kunjungan silaturahmi ini diharapkan penguatan kerja sama Fakultas Peternakan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta SASPRI dalam pengembangan peternakan dan kesehatan hewan Kabupaten Sigi dapat lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan peternak,” ujar Rahmad Iqbal.

Menurutnya, kerja sama tersebut nantinya tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi peternakan, tetapi juga mencakup penguatan kelembagaan, riset dan inovasi, pendidikan, pelayanan kesehatan hewan hingga pengembangan desa percontohan peternakan.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penguatan kelembagaan, khususnya dalam membangun komunitas kelembagaan SASPRI agar semakin maju, mandiri dan memiliki kapasitas dalam mengembangkan usaha peternakan.

Selain itu, Fakultas Peternakan Untad diharapkan dapat memperkuat fungsi riset dan inovasi daerah melalui penelitian yang mampu menjawab persoalan di lapangan. Di antaranya pengembangan pakan lokal berbasis potensi daerah, seperti pemanfaatan sagu dan kulit kakao, pengembangan vaksin serta bibit ternak unggul.

Kerja sama juga diarahkan pada penguatan laboratorium dan diagnostik, terutama dalam mendukung proses diagnosis penyakit hewan agar dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat.

Pada bidang pendidikan dan pelatihan, Fakultas Peternakan Untad diharapkan dapat memfasilitasi keterlibatan dosen ahli maupun mahasiswa sebagai narasumber dalam berbagai kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis. Materinya antara lain tata kelola pakan fermentasi, inseminasi buatan (IB), biosecurity, pengelolaan kandang serta kesehatan hewan.

Tidak kalah penting, kolaborasi juga akan diarahkan pada kegiatan pengabdian masyarakat dan turun lapangan melalui penempatan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Praktik Kerja Lapangan (PKL) maupun program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), termasuk program dosen mengabdi di kawasan SASPRI.

Rahmad Iqbal juga mendorong adanya pembentukan desa binaan bersama yang melibatkan Fakultas Peternakan Untad, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi serta SASPRI. Desa tersebut nantinya diharapkan dapat dikembangkan menjadi desa peternakan percontohan di Kabupaten Sigi.

“Harapannya, ada satu desa binaan yang nantinya bisa menjadi Desa Peternakan Percontohan di Kabupaten Sigi. Dari sana kita bisa mengembangkan model yang dapat direplikasi di wilayah lainnya,” jelasnya.

Sementara dalam aspek kebijakan dan perencanaan, perguruan tinggi diharapkan turut membantu pemerintah daerah dalam penyediaan data, kajian, penyusunan naskah akademik Peraturan Daerah (Perda), hingga studi kelayakan pengembangan potensi peternakan sesuai karakteristik wilayah Kabupaten Sigi.

Rahmad Iqbal menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi dan komunitas peternak merupakan langkah strategis untuk memastikan pembangunan peternakan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Dengan kolaborasi tersebut, berbagai potensi dan persoalan di sektor peternakan diharapkan dapat ditangani melalui pendekatan berbasis data, riset, inovasi dan kebutuhan nyata masyarakat.

“Kolaborasi ini kita harapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun peternakan dan kesehatan hewan Kabupaten Sigi yang lebih baik, lebih maju dan lebih sejahtera,” pungkas Rahmad Iqbal. (Ardi)