Pemerintah Kabupaten Sigi mulai mematangkan persiapan keikutsertaan dalam Ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026 yang diselenggarakan oleh detikcom. Langkah tersebut ditandai dengan rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi, Nuim Hayat, bertempat di Ruang Sekda Kantor Bupati Sigi, Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, Senin (22/12/2025) siang.
Rapat tersebut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sigi, Anwar, Kepala Bapperida, Agus Munandar, Sekretaris Bapperida, Koko Kristian, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Mokh. Irjik Abd. Ghoni, didampingi Kabid Egovernement, Aldisyar serta perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Dalam arahannya, Sekda Nuim Hayat menegaskan bahwa keikutsertaan Kabupaten Sigi dalam ajang Nasional tersebut bukan semata mengejar penghargaan, melainkan menjadi momentum evaluasi dan penguatan pengembangan UMKM berbasis digital.
Menurutnya, digitalisasi UMKM harus dilihat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi pemasaran, tetapi juga kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi persaingan di era ekonomi digital.
“Keikutsertaan ini menjadi sarana evaluasi UMKM kita, khususnya dalam pemanfaatan pemasaran digital. Harapannya, UMKM Sigi semakin siap, berdaya saing, dan mampu tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Sekda.
Sekda juga menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah dalam membangun ekosistem UMKM digital yang kuat, termasuk dukungan nyata dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan UMKM dalam penyediaan ruang, pendampingan, serta kebijakan yang mendorong percepatan digitalisasi usaha.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program UMKM Go Digital akan terus dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten Sigi, tidak hanya berfokus pada transaksi daring, tetapi juga pada peningkatan kualitas produk, kepastian legalitas usaha, sertifikasi halal, serta peningkatan kepercayaan konsumen sebagai indikator daya saing UMKM.
“Target kita jelas, Kabupaten Sigi diharapkan mampu masuk dalam nominasi Ajang Apresiasi Konektivitas Digital tahun ini,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Sigi, Mokh. Irjik Abd. Ghoni dalam pemaparannya menjelaskan bahwa aspek literasi dan kebijakan digital telah tertuang dalam RPJMD Kabupaten Sigi. Namun demikian, masih diperlukan dokumen pendukung yang menunjukkan implementasi nyata, khususnya terkait proses transaksi UMKM yang telah berjalan secara digital.
Ia menyebutkan bahwa ajang Apresiasi Konektivitas Digital memiliki 13 kategori penilaian, namun Kabupaten Sigi akan memfokuskan diri pada kategori Kabupaten Pelopor UMKM Digital, dengan penekanan pada keselarasan kebijakan RPJMD dan pelaksanaannya dalam Renstra perangkat daerah.
“Yang menjadi perhatian adalah data capaian peningkatan kapasitas UMKM, dokumentasi pendukung, serta pemenuhan variabel penilaian, termasuk nilai manfaat atau deviden bagi daerah,” jelasnya.
Adapun batas waktu pengumpulan dan pemenuhan dokumen pendukung ditetapkan hingga 15 Januari 2026.
Terpisah, Kabid Government Diskominfo Sigi, Aldisyar, menjelaskan bahwa Apresiasi Konektivitas Digital merupakan ajang penghargaan yang diberikan kepada individu, komunitas, maupun institusi yang berkontribusi dalam pemerataan akses dan literasi digital di Indonesia. Melalui ajang ini, detikcom menyoroti berbagai praktik baik dan inovasi dalam pengembangan konektivitas digital hingga ke wilayah pelosok.
Ia menambahkan, Apresiasi Konektivitas
Digital 2026 didukung oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai bagian dari komitmen mempercepat transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Pemkab Sigi memastikan akan mengikuti kategori Kabupaten Pelopor UMKM Digital. Ke depan, rapat lanjutan akan digelar dengan melibatkan unsur pemerintah desa dan masyarakat umum, guna membuka ruang partisipasi yang lebih luas dalam mendukung keikutsertaan Kabupaten Sigi pada ajang Nasional tersebut.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Sigi optimistis mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor serta mendorong percepatan transformasi digital UMKM demi meningkatkan daya saing daerah di tingkat Nasional. (***)














