PENASULAWESI.COM, SIGI, – Pemerintah Kabupaten Sigi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) finalisasi proposal permohonan bantuan keuangan Program Berani Berdering Tahun 2026, bertempat di ruang kerja Sekretaris Daerah Kantor Bupati Sigi di Bora, Kamis pagi, (8/1/2026).
Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi, Nuim Hayat, didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Anwar, serta Kepala Bidang E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sigi, Aldisyar.
Sekda Sigi, Nuim Hayat, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan bagian dari tahapan penting dalam implementasi Program Berani Berdering, sebuah program strategis daerah yang dirancang untuk mempercepat pemerataan akses dan konektivitas digital hingga ke tingkat desa di Kabupaten Sigi.
“Rakor ini difokuskan untuk memfinalisasi dokumen proposal Program Berani Berdering yang telah diajukan oleh desa-desa penerima, berdasarkan hasil review Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat Kabupaten Sigi,” ujar Sekda.
Ia menyampaikan, proses review APIP dilakukan guna memastikan proposal telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, prinsip akuntabilitas, serta tata kelola penganggaran dan pelaksanaan program yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sehubungan dengan hasil reviu tersebut, Sekda meminta 15 desa calon penerima Program Berani Berdering agar segera melengkapi dan menyempurnakan dokumen proposal. Kelengkapan dimaksud meliputi aspek administrasi, teknis pelaksanaan, serta dukungan data perencanaan yang menjadi persyaratan program.
“Pemenuhan dokumen yang lengkap dan sesuai ketentuan menjadi prasyarat utama sebelum program ini ditetapkan dan dilaksanakan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nuim Hayat menegaskan bahwa alokasi anggaran sebesar Rp.69.000.000 per desa untuk Program Berani Berdering wajib dimuat dan diintegrasikan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026. Oleh karena itu, pemerintah desa diminta menyesuaikan perencanaan dan penganggaran desa agar selaras dengan kebijakan tersebut.
Sementara itu, Kabid E-Government Diskominfo Kabupaten Sigi, Aldisyar, menjelaskan bahwa Program Berani Berdering tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur jaringan, tetapi juga mendukung transformasi digital desa secara berkelanjutan.
“Melalui Berani Berdering, desa diharapkan memiliki akses internet yang andal untuk mendukung layanan pemerintahan desa, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi digital masyarakat,” jelas Aldisyar.
Ia menambahkan, kesiapan administrasi dan perencanaan desa menjadi kunci agar program dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan publik dan konektivitas digital di wilayah pedesaan Kabupaten Sigi.
Sekda Sigi menutup dengan menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan OPD teknis sangat dibutuhkan agar Program Berani Berdering Tahun 2026 dapat terlaksana secara optimal dan berkontribusi langsung pada percepatan pembangunan desa di Kabupaten Sigi.
Adapun 15 desa calon penerima Program Berani Berdering adalah, Puroo, Salua, Sibalaya utara, Tangkulowi Lembantongoa, Binangga, Bomba, Olu, Langko, Tomado, Anca, Lewara, Bolapapu,, Moa dan desa Wayu. (***)














