penasulawesi.com, SIGI — Anggota DPRD Kabupaten Sigi, Herman Latabe, SH., menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam rangka Reses Masa Sidang Ketiga Tahun Sidang 2025–2026 yang dilaksanakan di empat desa di wilayah Kabupaten Sigi, yakni Desa Jono Oge, Desa Watubula, Desa Sibalaya Utara dan Desa Tuva.
Kegiatan reses yang berlangsung pada 18–22 Agustus 2026 tersebut menjadi kesempatan bagi Herman Latabe untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus menjaring berbagai persoalan yang dihadapi warga di tingkat desa.
Beragam aspirasi disampaikan masyarakat, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan dan drainase, penyediaan air bersih, penerangan jalan, penanganan lingkungan, kesiapsiagaan bencana, pelayanan kesehatan, pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Di Desa Jono Oge, Kecamatan Sigi Biromaru, warga mengusulkan perbaikan drainase sepanjang sekitar satu kilometer yang menghubungkan Jono Oge hingga Desa Langaleso. Masyarakat juga meminta pengaspalan jalan dari Dusun III RT IV menuju Dusun IV serta peningkatan kualitas jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer pada sejumlah kawasan yang menjadi lokasi fasilitas umum, seperti Bundes, masjid, Koperasi Desa dan SD Inpres.
Persoalan penerangan jalan di Dusun II, khususnya kawasan terdampak likuifaksi, turut menjadi perhatian. Warga juga meminta penanganan limbah peternakan, termasuk limbah ternak babi, serta normalisasi sungai tersier dan jaringan drainase.
Sementara di Desa Watubula, Kecamatan Sigi Kota, masyarakat menyampaikan kebutuhan penerangan jalan utama desa, khususnya di Dusun II dan Dusun III. Warga juga mengusulkan penyediaan jalur evakuasi bencana serta penanganan banjir dan luapan sungai.
Di sektor pendidikan, masyarakat Watubula meminta bantuan meja dan kursi belajar untuk TK yang berada di Dusun I dan Dusun II.
Aspirasi serupa terkait infrastruktur juga muncul di Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava. Warga mengusulkan pembangunan jaringan pipanisasi air bersih dengan sumber air dari Sungai Povanua.
Selain itu, masyarakat meminta peningkatan jalan melalui lapen atau rabat beton pada ruas dari pasar menuju jalan besar sepanjang sekitar dua kilometer. Warga juga mengusulkan rehabilitasi gedung Posyandu dan bantuan alat ukur antropometri untuk mendukung pelayanan kesehatan bayi dan balita.
Penerangan jalan di Dusun II juga menjadi kebutuhan warga. Sementara di sektor pertanian, masyarakat mengusulkan pembangunan drainase menggunakan saluran U-ditch menuju area persawahan karena kondisi saluran air saat ini menyebabkan sejumlah lahan pertanian terendam.
Adapun di Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, warga menyampaikan tiga aspirasi utama. Pertama, perbaikan jaringan pengairan persawahan di Dusun II sepanjang sekitar 100 meter. Kedua, kelanjutan pembangunan pagar SD Tuva. Ketiga, bantuan mesin penggiling rempah bagi kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk mendukung kegiatan pemberdayaan dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Herman Latabe mengatakan seluruh masukan masyarakat akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan melalui mekanisme dan kewenangan DPRD Kabupaten Sigi.
“Aspirasi yang disampaikan masyarakat merupakan kebutuhan nyata di lapangan. Kami akan mencatat dan mengawal sesuai mekanisme dan kewenangan yang ada, sehingga nantinya dapat dipertimbangkan dalam program pembangunan daerah,” ujar Herman.
Menurutnya, reses bukan sekadar agenda rutin anggota DPRD, tetapi menjadi sarana untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan memastikan kebutuhan pembangunan dari tingkat bawah dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan daerah.
Herman menekankan pentingnya pemerataan pembangunan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti infrastruktur, air bersih, penerangan, pelayanan kesehatan, pendidikan, pertanian dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Ia juga mendorong penguatan sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat agar berbagai aspirasi yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti secara bertahap berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.
Rangkaian reses di empat desa tersebut menjadi bagian dari upaya Herman Latabe menjalankan fungsi representasi dengan menyerap langsung kebutuhan masyarakat dan membawa aspirasi tersebut ke dalam agenda pembahasan pembangunan Kabupaten Sigi. (***)










