penasulawesi.com ||PALU – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Sigi, Siti Halwiah, menghadiri Seminar Nasional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah sekaligus menyambut Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tahun 2025.
Kegiatan tersebut digelar pada Senin (15/4/2024) di Hotel Aston, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.
Seminar ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamajido, dan turut dihadiri oleh para Ketua TP-PKK dari seluruh kabupaten/kota se-Sulteng, serta organisasi perempuan seperti Bhayangkari, Persit, Dharma Wanita, dan lainnya.
Seminar Nasional ini mengangkat tema besar tentang pentingnya pencegahan kanker leher rahim atau kanker serviks sebagai bagian dari gerakan kesehatan masyarakat, khususnya perempuan.
Isu ini dinilai mendesak untuk ditangani karena masih banyak perempuan yang belum memahami pentingnya deteksi dini dan pencegahan.
Dalam kesempatan tersebut, Siti Halwiah menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap program yang diangkat dalam seminar.
Menurutnya, edukasi kesehatan seperti ini sangat relevan dan penting untuk memperkuat peran keluarga dalam mencegah berbagai persoalan kesehatan masyarakat, termasuk kanker serviks, stunting, dan perkawinan usia anak.
“Menurut saya, program ini sangat bagus karena juga berkaitan erat dengan upaya pencegahan perkawinan anak dan penurunan angka stunting. Dua hal ini merupakan masalah serius yang masih dihadapi banyak daerah, termasuk di Kabupaten Sigi,” ungkap Siti Halwiah kepada wartawan usai kegiatan.
Ia menambahkan, edukasi kesehatan ini tidak hanya menyasar kalangan ibu rumah tangga, tetapi juga anak-anak dan lanjut usia.
Oleh karena itu, TP-PKK Sigi siap mendukung pelaksanaan program ini melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan pelayanan langsung di tengah masyarakat.
“Ini memang sangat bagus untuk edukasi kepada ibu-ibu, anak-anak, dan juga lansia. Rencananya, pelaksanaannya akan dimulai di setiap puskesmas dan rumah sakit di kabupaten/kota,” jelasnya.
Lebih lanjut, Siti Halwiah menegaskan bahwa kedepannya TP-PKK akan aktif terlibat dalam menyosialisasikan pentingnya deteksi dini kanker serviks.
Ia berharap masyarakat tidak lagi merasa takut atau malu untuk memeriksakan diri, karena langkah preventif jauh lebih baik daripada mengobati.
“Kita akan melakukan edukasi ke masyarakat melalui ibu-ibu PKK agar mereka tidak takut atau malu untuk memeriksakan kesehatannya. Kami ingin mendorong budaya hidup sehat sejak dini,” pungkasnya.
Seminar ini diharapkan mampu menjadi awal dari gerakan masif edukasi kesehatan perempuan di Sulawesi Tengah, seiring dengan semangat Hari Kesatuan Gerak PKK yang menekankan pentingnya peran keluarga dalam pembangunan bangsa. (***)








