Rizal–Samuel Pongi Buktikan Kinerja, Angka Kemiskinan di Sigi Turun 1,59%, Stunting 11,55%

PENASULAWESI.COM, SIGI – Satu tahun kepemimpinan Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae bersama Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi, menunjukkan capaian nyata yang terukur melalui indikator pembangunan makro.

Data resmi mengungkap penurunan signifikan angka kemiskinan dan stunting di Kabupaten Sigi, menepis tudingan bahwa pemerintahan saat ini hanya fokus pada kegiatan seremonial.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, dan Bapperida Kabupaten Sigi, angka kemiskinan Kabupaten Sigi pada tahun 2025 tercatat sebesar 10,47 persen, turun 1,59 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 12,06 persen.

Penurunan ini bukan sekadar angka administratif, melainkan hasil kebijakan fiskal daerah yang efektif, intervensi sosial tepat sasaran, serta penguatan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Capaian ini menjadikan kemiskinan di Sigi terendah dalam lima tahun terakhir.

✓ Stunting Turun Drastis

Di sektor kesehatan, capaian monumental terlihat dari angka stunting yang berhasil ditekan menjadi 11,55 persen pada 2025, turun drastis dari 33 persen pada 2024, menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui sistem e-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat).

Penurunan lebih dari 20 persen dalam satu tahun ini merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor, meliputi, Penguatan Tim, Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Kolaborasi PKK, camat, pemerintah desa, serta dukungan TNI/Polri, Optimalisasi layanan posyandu bagi ibu hamil dan anak berisiko.

Keberhasilan ini juga mengangkat posisi Kabupaten Sigi dari peringkat ke-12 menjadi peringkat ke-9 dalam penanganan stunting di Sulawesi Tengah.

Di sektor lingkungan, tindakan tegas ditunjukkan terhadap tambang emas ilegal di kawasan Taman Nasional Lore Lindu.

Berdasarkan data Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu, sebelumnya terdapat tujuh lokasi tambang ilegal di Kintabaru, Ueloe, Sibowi, dan Kangkuro. Semua aktivitas ilegal telah dihentikan di era kepemimpinan Bupati Rizal Intjenae dan Wakil Bupati Samuel Y. Pongi.

Langkah ini bukan keputusan populer, tetapi strategis untuk menjaga kelestarian kawasan konservasi dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Publik sering menilai kegiatan pemerintah dari tampilan seremonial, padahal kinerja sejati terukur dari indikator makro:
Penurunan kemiskinan.
Penurunan stunting.
Penertiban tambang ilegal.

Fakta data menunjukkan bahwa Kabupaten Sigi bergerak ke arah lebih baik. Kritik tetap menjadi kontrol sosial, namun narasi pembangunan harus dibangun di atas fakta, bukan asumsi.

Pemerintah Kabupaten Sigi berkomitmen melanjutkan kerja-kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, memperkuat transparansi, serta memastikan setiap kebijakan bermuara pada kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan daerah.***

Sumber: Humas Pemda Diskominfo Kabupaten Sigi