Bupati Sigi Dorong Lindu Jadi Kawasan Pertanian Organik Terintegrasi Wisata

 

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, saat beri sambutan usai giat penanaman padi perdana di lokasi Cetak Sawah Rakyat Tahun 2026 di Desa Olu, Kecamatan Lindu.

PENASULAWESI.COM, SIGI — Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae mendorong Kecamatan Lindu dikembangkan sebagai kawasan pertanian organik yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.

Gagasan tersebut disampaikan Rizal saat menghadiri penanaman padi perdana di lokasi Cetak Sawah Rakyat Tahun 2026 di Desa Olu, Kecamatan Lindu, Minggu (4/10/2026).

Rizal mengatakan, pengembangan pertanian di Lindu harus disesuaikan dengan karakter wilayah yang memiliki sumber air serta lingkungan yang menjadi bagian penting dari kawasan Danau Lindu.

Karena itu, ia meminta agar pengembangan persawahan di wilayah tersebut diarahkan menggunakan sistem pertanian organik dengan meminimalkan penggunaan pestisida.

“Saya minta di Lindu ini harus organik. Karena di sini daerah air. Jangan sampai apa yang kita lakukan di sini justru membuat masalah ke bawah,” kata Rizal.

Menurutnya, pertanian organik tidak hanya berpotensi meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian, tetapi juga dapat menjadi daya tarik tambahan bagi pengembangan pariwisata.

Rizal membayangkan kawasan persawahan di sekitar Danau Lindu nantinya dapat menjadi bagian dari destinasi ekowisata, dengan hamparan sawah yang tertata dan dapat dinikmati wisatawan.

“Saya mimpikan bagaimana Danau Lindu ini dikelilingi oleh sawah. Dan harus organik,” ujarnya.

Ia menilai integrasi pertanian dan pariwisata dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Warga tidak hanya memperoleh pendapatan dari sektor wisata, tetapi juga dari hasil pertanian.

Rizal bahkan membayangkan kawasan persawahan dilengkapi jalan usaha tani dan jalur pedestrian yang dapat dimanfaatkan wisatawan.

“Pertanian ini harus menunjang pariwisata. Kita harus mimpi bersama, seluruh pinggir danau ini menjadi tanah sawah,” katanya.

Selain menjadi bagian dari destinasi wisata, Rizal menyebut pertanian organik dapat memperkuat citra Lindu sebagai kawasan wisata berbasis lingkungan.

Konsep tersebut, menurutnya, sejalan dengan potensi alam Lindu yang memiliki ekosistem dan sumber air yang harus dijaga.

“Kalau jadi organik, berasnya punya pasar. Orang sekarang sudah mau kembali ke natural, mau organik,” ujarnya.

√ Jaga Lingkungan dan Sumber Air

Dalam kesempatan tersebut, Rizal juga menekankan pentingnya menjaga kawasan Lindu dari berbagai aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.

Ia meminta aparat keamanan bersama pemerintah kecamatan dan desa meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan ilegal di wilayah tersebut.

Menurut Rizal, kelestarian lingkungan harus menjadi perhatian bersama karena kerusakan kawasan hulu dapat berdampak terhadap sumber air dan kehidupan masyarakat.

“Kita harus menjaga ini. Jangan karena kepentingan satu atau dua orang, masyarakat yang banyak justru menerima dampaknya,” tegasnya.

Rizal juga mendorong kepala desa dan camat mulai melakukan pemetaan terhadap masyarakat yang memiliki lahan maupun warga yang belum memiliki lahan pertanian.

Data tersebut dinilai penting untuk mendukung pengembangan cetak sawah sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Ia berharap pengembangan sektor pertanian di Lindu dapat memberikan dampak terhadap penurunan angka kemiskinan, peningkatan pendapatan masyarakat, perluasan lapangan kerja hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau dibuka, lapangan kerja bertambah, angka kemiskinan turun dan PAD juga bertambah. Satu kali mendayung, beberapa tujuan kita dapat,” katanya.

Rizal menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong sektor pertanian menjadi salah satu kekuatan utama Kabupaten Sigi.

Ia menyebut Sigi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daerah penghasil “emas hijau”.

“Untuk Sigi, saya ingin emas hijaunya yang kita kembangkan,” pungkasnya. (Ardi)

Penanaman padi perdana di lokasi Cetak Sawah Rakyat Tahun 2026, di Desa Olu, Kecamatan Lindu. (Dok:Pena Sulawesi)
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, bersama Ketua TP- PKK Kabupaten Sigi Hj. Siti Halwiah, serta rombongan saat berada lokasi penanaman padi. (Dok:Pena Sulawesi)