
PENASULAWESI.COM, SIGI – Anggota DPRD Kabupaten Sigi, Fadlin, melaksanakan kegiatan reses di Desa Rarampadende, Kecamatan Dolo Barat, Kamis (5/11/2026). Reses tersebut dihadiri Plh Kades, Luksin, perangkat desa lainnya serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah aspirasi masyarakat disampaikan melalui Kepala Dusun (Kadus) Rarampadende, Adlan.
Dalam penyampaiannya, Adlan mengusulkan perbaikan atau rehabilitasi drainase yang berada di kawasan perempatan desa. Ia menyebutkan, sejumlah saluran drainase saat ini sudah terbengkalai dan membutuhkan penanganan.
Adlan mengusulkan rehabilitasi drainase sepanjang kurang lebih 150 meter serta pembangunan atau kelanjutan saluran sekitar 250 meter ke arah bawah, hingga menuju wilayah Mariapa.
Menurutnya, kondisi drainase tersebut perlu mendapat perhatian agar dapat berfungsi dengan baik dan mengatasi persoalan saluran air di lingkungan masyarakat.
Selain infrastruktur, Adlan juga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan lapangan pekerjaan bagi generasi muda di Desa Rarampadende. Pemerintah desa, kata dia, sebelumnya telah berinisiatif menyediakan sarana usaha berupa satu unit mesin penyedot pasir.
Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran desa.
Ia berharap melalui kegiatan reses tersebut, Fadlin dapat membantu memperjuangkan pengadaan mesin penyedot pasir sebagai sarana usaha produktif bagi pemuda setempat.
Menurut Adlan, keberadaan lapangan pekerjaan bagi generasi muda diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus mengurangi potensi gesekan antarpemuda yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Fadlin menyampaikan bahwa usulan rehabilitasi drainase akan dikawal melalui dinas terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Ia meminta pemerintah desa agar menyiapkan proposal resmi yang ditujukan kepada instansi terkait sehingga usulan tersebut dapat diproses lebih lanjut.
“Kalau proposalnya sudah dibuat dan ditujukan ke dinas terkait, kami siap membantu mengawal permohonan ini,” ujar Fadlin.
Ia juga menyampaikan bahwa usulan rehabilitasi drainase sepanjang kurang lebih 150 meter dan kelanjutan saluran sekitar 250 meter tersebut akan menjadi perhatian. Fadlin membuka peluang untuk memperjuangkan usulan itu agar dapat masuk dalam program pembangunan apabila kondisi anggaran memungkinkan.
Terkait permintaan satu unit mesin penyedot pasir, Fadlin menyatakan akan berupaya membantu memperjuangkan kebutuhan tersebut, mengingat sarana itu diharapkan dapat menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
Ia juga berharap adanya kegiatan ekonomi produktif dapat membantu menciptakan aktivitas positif bagi generasi muda dan meminimalkan potensi konflik antardesa.
Fadlin menegaskan akan berupaya menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah daerah agar dapat menjadi perhatian dalam perencanaan program pembangunan ke depan. (Redaksi)









