Bupati Sigi Siapkan Wajah Baru Danau Lindu Jelang Festival

PENASULAWESI.COM, SIGI,- Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menegaskan komitmennya untuk menata ulang kawasan wisata Danau Lindu guna meningkatkan daya tarik pengunjung serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Penataan akan difokuskan pada kawasan koteks yang berada di pinggiran danau. Pemerintah daerah berencana memperbaiki seluruh bagian interior koteks sekaligus menambah fasilitas penunjang seperti teras dan bangku santai bagi pengunjung.

“Kalau lahannya masih memungkinkan, kita tambah teras dan tempat duduk agar orang bisa menikmati pemandangan danau sambil bersantai,” ujar Bupati, disela kunjungan kerjanya di Danau Lindu, Minggu (5/4/2026).

Selain itu, Pemkab Sigi juga membuka peluang pembangunan kafe di ujung kawasan koteks. Kehadiran kafe ini diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan. Menu yang disajikan akan mengutamakan kuliner sederhana serta makanan khas berbasis hasil alam Danau Lindu, seperti ikan sidat, mujair, hingga olahan ikan gabus berkuah santan.

Bupati menyebut, langkah pembenahan ini merupakan bagian dari investasi daerah dalam sektor pariwisata. Ia mencontohkan dampak positif dari penyelenggaraan festival sebelumnya yang berhasil meningkatkan penyewaan koteks.

“Setelah festival tahun lalu, sudah ada penyewa. Bahkan dalam beberapa hari terakhir, pemasukan dari sewa koteks mencapai sekitar Rp20 juta,” ungkapnya.

Konsep pengembangan pariwisata berbasis konten dan kegiatan dinilai efektif dalam menarik wisatawan. Dengan penataan ini, Danau Lindu diharapkan mampu bersaing dengan destinasi lain seperti Danau Tambing.

Namun demikian, Bupati juga menekankan pentingnya peran masyarakat setempat dalam menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan wisata. Hal ini dinilai krusial untuk memastikan wisatawan merasa aman dan betah berkunjung.

Ia memastikan bahwa proses penataan koteks akan rampung sebelum pelaksanaan Festival Danau Lindu yang dijadwalkan berlangsung sekitar Juni atau Juli mendatang. Targetnya, seluruh pekerjaan selesai paling lambat 10 hari sebelum festival dimulai.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Sigi optimistis Danau Lindu dapat tampil dengan wajah baru sebagai destinasi unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. (Ardi)