Di balik kesepakatan upah pengangkutan pasir Rp13.000 per meter kubik bagi pekerja lokal di Desa Bambakoro, Kecamatan Lariang, Pasngkayu, terdapat sosok yang tak bisa dilewatkan. Munawir, mantan mahasiswa Universitas Tomakaka, Mamuju Sulawesi Barat, angkatan 2019-2025, yang dikenal sebagai aktivis gigih dan vokal memperjuangkan hak masyarakat kecil.
Lahir 7 Mei 2021, anak dari pasangan Ismail dan Saltia. Munawir dikenal kritis dan peduli pada isu sosial. Sejak menjadi mahasiswa, ia aktif dalam berbagai kegiatan advokasi, salah satunya terkait hak-hak masyarakat transmigrasi di Desa Bambakoro.
Beberapa waktu lalu, ia bersama rekan-rekan aktivisnya getol menyuarakan hak-hak warga transmigrasi Bambakoro, memastikan mereka mendapat perhatian layak dari pemerintah dan pihak terkait.
Kini, Munawir kembali menunjukkan konsistensinya dalam memperjuangkan hak masyarakat lokal, kali ini untuk para sopir dan pekerja tambang lokal. Ia menjadi salah satu motor dalam dialog dengan PT Abadi Dua Putri dan Serikat Pekerja, yang sempat mengalami ketegangan sebelum akhirnya menghasilkan kesepakatan upah Rp13.000 per meter kubik.
“Kami memperjuangkan hak pekerja lokal karena ini bukan hanya soal angka. Ini soal keadilan, pengakuan atas kerja keras mereka, dan keberlangsungan ekonomi masyarakat Desa Bambakoro,” ujar Munwir dengan tegas.
Sikapnya yang keras dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil membuat Munawir dihormati oleh pekerja lokal dan anggota serikat. Tak jarang, ia turun langsung ke lapangan, berdialog dengan sopir dan pekerja, memastikan aspirasi mereka didengar.
Rekan-rekannya mengenang Munawir sebagai sosok yang tidak mudah menyerah, konsisten, dan berani menentang ketidakadilan. Keberhasilannya membantu pekerja lokal mendapatkan upah layak menjadi bukti nyata dedikasi dan perjuangannya.
Tokoh Masyarakat Desa Bambakoro, Ahmad, memuji Munawir sebagai sosok yang membawa keseimbangan dalam negosiasi.
“Munawir mampu menjadi jembatan antara pekerja dan perusahaan. Sikap tegasnya membuat semua pihak akhirnya duduk bersama dan mencapai kesepakatan yang adil,” ujarnya.
Bagi Munawir, perjuangan ini bukan sekadar aksi sesaat. Ia menegaskan bahwa membela hak masyarakat kecil adalah panggilan hidup yang terus ia jalankan, dari isu transmigrasi hingga hak pekerja lokal. Sosoknya kini menjadi simbol konsistensi, keberanian, dan kerja nyata untuk masyarakat Desa Bambakoro. (Ardi)








