penasulawesi.com || SIGI,- Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, secara resmi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) yang diselenggarakan oleh Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sigi.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Sigi, Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, Rabu 23 April 2025.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Sigi, perwakilan dari BPKP Provinsi Sulawesi Tengah, Ombudsman, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sigi, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Sigi.
Bupati Sigi menegaskan pentingnya komitmen seluruh unsur pemerintahan terhadap implementasi Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 90 Tahun 2021 tentang Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM di Instansi Pemerintah.
“Zona integritas bukan hanya sebuah program administratif, tetapi merupakan fondasi utama dalam membangun pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan tentunya bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ini adalah bagian dari reformasi birokrasi yang konkret untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujar Bupati Rizal.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama pembangunan zona integritas adalah mencegah KKN, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Hal ini, menurutnya, juga berdampak langsung pada peningkatan iklim investasi di daerah.
Lebih lanjut Bupati menyampaikan bahwa FGD ini menjadi forum strategis untuk menggali ide dan menyusun langkah konkret menuju birokrasi yang bersih dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. “Saya berharap forum ini mampu melahirkan rekomendasi-rekomendasi strategis demi tercapainya zona integritas yang ideal,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Rizal mengajak seluruh peserta untuk aktif berpartisipasi dan menanggalkan ego sektoral demi tercapainya visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi. “Kita bangun sinergi, kita kuatkan kolaborasi, demi mewujudkan Sigi yang lebih bersih, transparan, dan melayani,” tutupnya. (*)












