
penasulawesi.com, SIGI — Bupati Sigi, Muhamad Rizal Intjenae, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sigi untuk terus meningkatkan kinerja desa dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sigi dalam acara ramah tamah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Selasa malam (18/8), sekaligus pengumuman hasil penilaian desa, program Pakagali Pakagaya Ngata, enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu, penilaian konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting (P3S), serta Desa Zero Stunting tahun 2026.
Dalam sambutannya, Muhammad Rizal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, kader pembangunan manusia, TP PKK, pendamping desa, camat, perangkat daerah dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam upaya penurunan stunting.
Menurutnya, terdapat peningkatan signifikan jumlah desa yang masuk kategori berkinerja baik dalam konvergensi P3S. Pada 2025 hanya lima desa yang masuk kategori tersebut, sementara pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 59 desa dari 176 desa di Kabupaten Sigi.
“Dari lima menjadi 59. Yang menilai bukan saya, tetapi Menteri Desa,” ujar Muhammad Rizal dalam sambutannya.
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah desa berpuas diri. Sebaliknya, peningkatan itu harus menjadi motivasi untuk meningkatkan target pada tahun berikutnya.
“59 desa bukanlah akhir dari perjuangan. 59 desa adalah bukti bahwa kita mampu dan karena kita mampu, maka target kita harus lebih tinggi,” tegasnya.
Dari 59 desa berkinerja baik tersebut, sebanyak 10 desa kemudian dipilih untuk mengikuti penilaian lebih lanjut sebagai perwakilan Kabupaten Sigi menuju tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dan diharapkan dapat berkompetisi hingga tingkat nasional.
Dalam pengumuman tersebut, Desa Pakuli meraih juara pertama, disusul Desa Kota Pulu sebagai juara kedua dan Desa Lolu sebagai juara ketiga.
Bupati Sigi berharap Desa Pakuli dapat membawa nama baik Kabupaten Sigi dalam penilaian tingkat provinsi dan, jika memungkinkan, melanjutkan perjuangan hingga tingkat nasional.
Selain capaian desa berkinerja baik, Pemerintah Kabupaten Sigi juga mencatat adanya 10 desa yang telah mencapai kondisi zero stunting.
Muhammad Rizal mengingatkan bahwa zero stunting bukan merupakan tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mempertahankan kondisi tersebut.
“Ketika sebuah desa sudah zero stunting, maka tanggung jawab kita justru semakin besar untuk mempertahankannya. Karena anak-anak yang sehat hari ini adalah sumber daya manusia Sigi di masa depan,” katanya.
Ia menargetkan semakin banyak desa di Kabupaten Sigi yang mampu memenuhi seluruh indikator desa berkinerja baik dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
Bupati juga menyampaikan bahwa jumlah balita stunting di Kabupaten Sigi mengalami penurunan. Berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutannya, pada Februari 2025 tercatat 2.119 balita stunting, kemudian turun menjadi 1.630 balita pada Februari 2026.
Meski demikian, ia menilai capaian tersebut belum menjadi alasan untuk berhenti bekerja. Pemerintah desa diminta terus melakukan verifikasi dan validasi data secara rutin agar intervensi program benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.
“Data yang akurat adalah dasar intervensi yang tepat,” ujarnya.
Muhammad Rizal juga menyoroti masih adanya desa yang belum melakukan verifikasi dan validasi data. Ia meminta pemerintah desa segera menyelesaikan persoalan tersebut, termasuk memastikan masyarakat yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) maupun KTP dapat terdata dan memperoleh pelayanan administrasi kependudukan.
Menurutnya, upaya penurunan stunting tidak boleh hanya berorientasi pada angka. Setiap anak harus dipastikan terdata, mendapatkan pelayanan, tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sigi menegaskan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata dan pelayanan publik yang berkualitas.
“Pemerintah harus hadir dengan hasil, bukan hanya dengan rencana,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pameran program dan target capaian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tahun 2025–2026 merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat. Setiap capaian, menurutnya, harus dipertanggungjawabkan, sementara kekurangan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan.
Selain agenda pembangunan dan stunting, acara tersebut juga menjadi momentum pemberian apresiasi kepada kader Posyandu teladan. Dua kader yang menerima penghargaan yakni Damaris Marice, kader Posyandu Anggrek Desa Gimpu, Kecamatan Kulawi Selatan, serta Reni, kader Posyandu Seroja Desa Kotarindau, Kecamatan Dolo.
Acara ramah tamah tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Sigi, Ketua DPRD Sigi, Sekretaris Daerah, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, para kepala OPD, camat, kepala desa, kader Posyandu, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta para Paskibraka Kabupaten Sigi tahun 2026 beserta orang tua dan wali.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan apresiasi kepada anggota Paskibraka Kabupaten Sigi yang telah menjalankan tugas dengan disiplin, semangat dan penuh kebanggaan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (Ardi)










