
PENASULAWESI.COM, SIGI – Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae bersama Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Gimpu, Kecamatan Kulawi Selatan, Jumat (5/2/2026).
Dalam sidak tersebut, Bupati menyatakan kekecewaan mendalam setelah melihat langsung kondisi puskesmas yang dinilai jauh dari standar pelayanan kesehatan. Ia menemukan lingkungan yang kotor, lantai tidak terawat, serta fasilitas toilet tanpa ketersediaan air yang layak.
“Kondisi ini sangat mengecewakan. Bagaimana pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan dengan baik jika tempatnya kotor dan toilet tidak memiliki air,” tegas Bupati.
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengelolaan kebersihan sekaligus rendahnya kepedulian terhadap hak dasar masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak. Ia menilai situasi ini bertentangan dengan fungsi puskesmas sebagai fasilitas pelayanan dan penyembuhan.
“Bagaimana masyarakat bisa sehat jika tempat berobat saja tidak bersih dan airnya tidak layak digunakan,” tambahnya.
Rizal menegaskan bahwa sidak ini harus menjadi peringatan keras bagi seluruh puskesmas dan kantor pelayanan publik di Kabupaten Sigi agar kebersihan dan kualitas pelayanan benar-benar diperhatikan.
“Saya mau ini menjadi cambuk bagi semua puskesmas dan kantor pelayanan masyarakat di Sigi supaya memastikan kebersihan dan pelayanan maksimal,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan peninjauan ke puskesmas, balai desa, dan kantor camat di seluruh wilayah kabupaten. Karena itu, Bupati mengingatkan seluruh aparatur untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja masing-masing.
Selain itu, Bupati menekankan bahwa pemerintah pusat tidak menuntut pembangunan fisik yang megah, melainkan pelayanan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Presiden tidak pernah meminta membangun gedung bertingkat sampai ke langit. Yang diminta hanya satu, masyarakat harus dilayani dengan baik,” katanya.
Sebagai langkah konkret, Bupati mengumumkan kebijakan pembagian seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai koordinator dan pengawas di setiap kecamatan melalui program “PAKAGALI PAKAGAYA NGATA”, guna memperkuat pengawasan, meningkatkan kebersihan lingkungan, serta mengakhiri pembiaran terhadap buruknya pelayanan publik.
Bupati mencontohkan Desa Palamaki sebagai desa yang tertata dan bersih. Menurutnya, jika seluruh desa di Kabupaten Sigi dikelola dengan baik, citra daerah akan terangkat secara alami.
“Kalau semua desa seperti Palamaki, orang akan bilang Sigi itu baik. Mereka akan bertanya siapa kepala desanya, siapa camatnya, siapa kepala dinasnya,” ujarnya.
Dalam nada tegas, Bupati juga mengingatkan seluruh aparatur pemerintahan agar siap bekerja dan bertanggung jawab.
“Yang tidak siap bekerja sama, silakan minggir sebelum saya geser,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan harus dibuktikan dengan tindakan nyata, bukan sekadar janji. “Pemimpin yang tidak melakukan apa yang dia ucapkan itu munafik,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati mengkritik pola pembangunan yang hanya berorientasi pada fisik tanpa memperhatikan kondisi sosial masyarakat.
“Tidak ada artinya membangun gedung jika masih ada masyarakat yang tidak makan dalam satu hari. Kalau itu terjadi, berarti kita gagal dan membiarkan rakyat menderita,” ujar Rizal.
Menutup kunjungan tersebut, Bupati kembali menegaskan komitmennya bersama Wakil Bupati untuk mewujudkan Kabupaten Sigi yang maju berbasis pertanian dan pariwisata. (Ardi)











