PENASULAWESI.COM, SIGI,- Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, saat ini menghadapi masalah serius terkait irigasi yang sewaktu-waktu bisa jebol. Irigasi tersebut sangat vital bagi kebutuhan masyarakat di desa tersebut, termasuk untuk pengairan sawah, air bersih, serta kebutuhan air di pesantren dan masjid.
Kondisi ini diakibatkan oleh goncangan gempa bumi pada tahun 2018 silam, yang menyebabkan kerusakan pada infrastruktur irigasi.
Kepala Desa Rogo, Fuadhudin Salantina, mengungkapkan bahwa selama ini pekerjaan perbaikan irigasi dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Namun, upaya tersebut tidak cukup untuk mengatasi masalah yang ada.
Menurutnya, pembangunan bronjong irigasi sangat dibutuhkan untuk mencegah jebolnya irigasi darurat yang dibuat secara swadaya. Menurutnya, jika jebol, dapat menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat desa Rogo.
“Kalau ini yang jebol, pak, maka akan berdampak pada perkebunan, sawah. Selain itu, air ini juga menjadi sumber kebutuhan yang dikonsumsi warga,” ujar Kades Fuad.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Desa Rogo membutuhkan 50 kranjang bronjong, dengan spesifikasi lebar sekitar 15 meter dan panjang sekitar 100 meter untuk pembangunan bronjong.
Kades Fuadhudin berharap bahwa pemerintah daerah maupun provinsi dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga irigasi dapat berfungsi dengan baik dan masyarakat dapat melakukan aktivitas pertanian dan kehidupan sehari-hari tanpa gangguan.
“Kami sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk membantu menyelesaikan masalah ini, sehingga masyarakat dapat hidup lebih sejahtera dan aman. Dengan adanya pembangunan bronjong irigasi, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” harap Kades Fuadhudin. (Ardi)










