penasulawesi.com, SIGI – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun sektor pariwisata yang selaras dengan pelestarian lingkungan, budaya, dan kearifan llokal.
Pesan tersebut disampaikan melalui sambutan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dr. Rusmiadi, pada pembukaan Festival Danau Lindu 2026 di Desa Tomado, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Kamis (23/7/2026).
Sebelum membacakan sambutan gubernur, Rusmiadi menyampaikan permohonan maaf karena Anwar Hafid berhalangan hadir. Ia juga menyampaikan salam hangat dari gubernur kepada seluruh masyarakat dan tamu undangan yang mengikuti Festival Danau Lindu 2026.
Rusmiadi mengaku memiliki kedekatan emosional dengan kawasan Lindu. Ia mengenang pengalamannya saat pertama kali mengunjungi wilayah tersebut ketika akses jalan masih sangat terbatas hingga keterlibatannya dalam pembangunan jalur menuju Lindu dan penanganan pascagempa di Kabupaten Sigi.
“Dulu kami datang ke Lindu ketika aksesnya masih sulit. Kami juga pernah mendapat tugas membuka jalur menuju Lindu dan terlibat saat penanganan pascagempa. Karena itu, Lindu memiliki kesan tersendiri bagi kami,” ungkapnya.
Dalam sambutan gubernur, Rusmiadi menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Festival Danau Lindu yang kembali masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memandang festival tersebut sebagai momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan tradisi Kabupaten Sigi kepada masyarakat luas.
Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Gubernur menyampaikan selamat datang kepada seluruh tamu undangan, wisatawan, peserta festival, dan masyarakat yang hadir di Kabupaten Sigi.
“Selamat datang di tanah yang dianugerahi keindahan alam, kekayaan budaya, dan masyarakat yang ramah serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Selamat datang di Danau Lindu, sebuah mahakarya alam yang menyimpan sejarah, pengetahuan, dan kearifan leluhur yang diwariskan dari generasi ke generasi,” demikian sambutan gubernur yang dibacakan Rusmiadi.
Menurut gubernur, Danau Lindu merupakan simbol harmoni antara alam dan kehidupan masyarakat. Keindahan kawasan tersebut lahir dari keberagaman budaya yang hidup berdampingan, sehingga pembangunan pariwisata harus tetap menghormati adat istiadat dan nilai-nilai lokal masyarakat Lindu.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, lanjutnya, terus mendorong pembangunan yang mengintegrasikan sektor pariwisata dengan UMKM, ekonomi kreatif, kebudayaan, pendidikan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.
Gubernur juga menegaskan komitmen pemerintah daerah melalui semangat “Berani Harmoni”, yakni konsep pembangunan yang menempatkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan sebagai prioritas.
“Pembangunan tidak boleh berjalan dengan meninggalkan alam. Kemajuan tidak boleh dibayar dengan kerusakan lingkungan, dan modernitas tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan yang dirasakan sebagian masyarakat, tetapi dari sejauh mana seluruh lapisan masyarakat dapat bergerak maju secara bersama-sama.
Karena itu, pemerintah mengajak seluruh elemen, mulai dari masyarakat, pelaku usaha, komunitas, generasi muda, hingga seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam mengembangkan pariwisata Sulawesi Tengah yang berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Gubernur berharap Festival Danau Lindu 2026 menjadi wadah untuk memperkuat pelestarian budaya, menjaga kelestarian alam, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.
“Semoga Allah SWT senantiasa menyertai setiap langkah menuju kemajuan dan menyempurnakan penyelenggaraan festival ini dengan keselamatan, keberkahan, dan ridha-Nya,” tutup Rusmiadi saat membacakan sambutan Gubernur. (Ardi)









