Dolo Selatan Siap Ikuti Lomba Adipura, Targetkan Predikat Kecamatan Terbersih

 

Kegiatan penataan dan pembenahan halaman Kantor Camat Dolo Selatan sebagai bentuk kesiapan dalam menghadapi Penilaian Lomba Adipura.

PENASULAWESI.COM, SIGI – Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, bersiap mengikuti penilaian Piala Adipura yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 3 November 2026. Dalam penilaian tersebut, Dolo Selatan akan berupaya meraih predikat sebagai kecamatan terbersih melalui pembenahan dan penataan lingkungan di seluruh desa.

Camat Dolo Selatan, Yahya Landua, mengimbau seluruh kepala desa bersama masyarakat untuk memaksimalkan kegiatan kerja bakti menjelang penilaian. Ia meminta 12 desa di wilayahnya memanfaatkan waktu pada Jumat, Sabtu, dan Minggu untuk menuntaskan pembersihan lingkungan.

Camat Dolo Selatan, Yahya Landua, mengatakan, sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi pembersihan rumput di sepanjang jalan utama, penataan fasilitas lingkungan, pembenahan pot bunga, serta memastikan tidak ada tumpukan sampah yang mengganggu kebersihan dan keindahan wilayah.

Ia juga memberikan perhatian khusus kepada lima desa di Dolo Selatan yang masih perlu menuntaskan pembersihan di sejumlah titik jalan utama, yakni Desa Balongga, Poi, Rogo, Baluase, dan Bangga.

“Mohon dengan sangat kepada lima kepala desa yang belum menuntaskan pembersihan di depan jalan utama agar segera menyelesaikan pekerjaan tersebut,” demikian imbauan Camat Dolo Selatan dalam pemberitahuannya.

Adapun sejumlah titik yang menjadi perhatian di antaranya kawasan Belanta di Desa Balongga; jalur Belanta, jembatan hingga pertigaan Jalan Posabara di Desa Poi; serta kawasan Pewana, sekitar Gereja, SMA Negeri 10 Sigi, jembatan hingga perbatasan Desa Pulu di Desa Rogo.

Sementara di Desa Baluase, pembersihan difokuskan pada jalan menuju Puskesmas, Lapangan Obor Baluase, kawasan depan SDN Baluase hingga lokasi Puskesmas lama. Untuk Desa Bangga, perhatian diarahkan pada jalan utama mulai dari perbatasan Desa Walatana, Padena hingga jembatan perbatasan Desa Simoro.

Selain itu, desa-desa lainnya diminta melanjutkan penataan dan perbaikan pot bunga di sepanjang jalan utama agar lingkungan terlihat lebih rapi, bersih, dan tertata.

Yahya menegaskan, tidak boleh ada tumpukan sampah yang dibiarkan di depan jalan utama maupun sepanjang jalan lorong. Menurutnya, kebersihan lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah desa, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.

Ia berharap melalui kerja sama 12 pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat, Kecamatan Dolo Selatan dapat menunjukkan kesiapan terbaik dalam menghadapi penilaian Piala Adipura.

“Keikutsertaan ini diharapkan menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, sekaligus mewujudkan Dolo Selatan sebagai kecamatan yang bersih, sehat, dan tertata,” tutup Camat Yahya. *