Launching Posyandu Enam Bidang SPM di Marawola, Siti Halwiah Dorong Perbaikan Data dan Peningkatan Kualitas SDM

PENASULAWESI.COM, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi melalui Tim Pembina Posyandu melaksanakan Launching Posyandu Enam Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang dirangkaikan dengan Sosialisasi ASI Eksklusif, MP-ASI, serta Aksi Bergizi Tingkat Kabupaten Sigi Tahun 2025.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Binangga, Kecamatan Marawola, pada Jumat (9/1/2026).

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sigi, Hj. Sitti Halwiah, dalam pemaparannya mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melakukan perbaikan dan penguatan data melalui Posyandu Enam SPM.

Menurutnya, Posyandu Enam SPM menjadi instrumen penting dalam menyelesaikan berbagai indikator pembangunan, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

“Melalui Posyandu Enam SPM, kita bisa memperbaiki data dan menyelesaikan beberapa indikator penting, salah satunya usia harapan hidup. Usia harapan hidup dihitung dari panjang usia masyarakat yang dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, tingkat pendidikan, dan ekonomi,” ujar Hj. Sitti Halwiah.

Siti Halwiah yang juga adalah Ketua TP-PKK Kabupaten Sigi ini menjelaskan, bahwa masyarakat yang sehat, berpendidikan, dan memiliki kondisi ekonomi yang baik akan lebih berdaya dan sejahtera.

Sebaliknya, tanpa pendidikan dan kesehatan yang memadai, masyarakat akan sulit berkembang. Oleh karena itu, pemerintah sangat mendukung upaya pemenuhan gizi sejak dalam kandungan sebagai bagian dari strategi menuju Indonesia Emas 2045.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Indonesia Emas 2045 memiliki 45 indikator pencapaian, salah satunya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Dalam aspek kesehatan, ditegaskan bahwa tidak boleh terjadi kematian ibu dan anak serta tidak ada kasus stunting. Pada sektor pendidikan, setiap anak harus mengenyam pendidikan yang diukur melalui rata-rata lama sekolah.

Sementara pada sektor ekonomi, kesejahteraan masyarakat dinilai dari tingkat pengeluaran per kapita, dengan target tidak adanya pengangguran dan kemiskinan.

“Melalui Posyandu Enam SPM ini, kita dapat mengambil dan mengelola data yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan, sehingga tujuan peningkatan usia harapan hidup, IPM, serta penghapusan kemiskinan dan pengangguran dapat tercapai,” tutupnya. (Ardi)