Lewat Subuh Berjama’ah, Pemkab Sigi Dorong Penguatan Iman dan Kebersamaan

Kegiatan Sigi Religi Sholat Subuh Berjamaah bersama Majelis Subuh Berkah di Masjid Ar-Rahman Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Sigi. (Dok:Istimewa)

PENASULAWESI.COM, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi mendorong penguatan iman, silaturahmi dan kebersamaan masyarakat melalui kegiatan Sigi Religi dan Sholat Subuh Berjamaah bersama Majelis Subuh Berkah.

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Ar-Rahman, Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Sabtu (3/10/2026), mulai pukul 04.30 WITA dini hari. Kegiatan dihadiri Staf Ahli Bupati Sigi Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia, Rahmad Iqbal Nurkholis, yang mewakili Bupati Sigi.

Turut hadir Ketua DPRD Sigi, Kapolres Sigi, pimpinan Majelis Subuh Berkah Sigi, MUI Sigi, Masyarakat Cinta Masjid, Ikatan Persaudaraan Imam Masjid Kabupaten Sigi, Kepala Desa Langaleso, serta masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmad Iqbal menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan moral dan spiritual masyarakat.

Menurutnya, kegiatan Subuh Berkah dapat menjadi salah satu ruang untuk memperkuat keimanan sekaligus membangun hubungan yang lebih erat antara pemerintah dan masyarakat.

“Pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga membutuhkan penguatan fondasi moral dan spiritual masyarakat,” kata Rahmad.

Ia menegaskan, berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pemuda hingga pemerintah.

Persoalan seperti kemiskinan, stunting, kenakalan remaja, penyalahgunaan minuman keras, narkoba dan berbagai persoalan sosial lainnya, kata dia, tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan tersebut. Peran keluarga, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda dan seluruh masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif,” ujarnya.

Rahmad juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sigi.

Ia berharap masyarakat dapat berperan aktif menyukseskan berbagai program pemerintah daerah, termasuk gerakan Pakagali Pakagaya Ngata, sebagai upaya bersama menciptakan lingkungan desa yang bersih, indah dan nyaman.

√ Majelis Subuh Berjama’ah Perkuat Silaturahmi

 

Ustaz Fikri Badjeber, Lc., MH, saat sedang beri ceramah pada kegiatan Subuh Berjama’ah.

Kegiatan Majelis Subuh Berjama’ah tidak hanya menjadi sarana untuk menghidupkan sholat Subuh berjamaah, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan masyarakat.

Majelis Subuh Berjama’ah memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan iman dan takwa masyarakat, mempererat hubungan antara warga dengan pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten, serta membangun kekompakan dan semangat gotong royong.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ruang penyampaian informasi dan penyuluhan kepada masyarakat, sekaligus mendorong kepedulian sosial melalui pengumpulan infak dan sedekah untuk kebutuhan masjid maupun membantu masyarakat yang membutuhkan.

Di bidang pendidikan dan pembinaan, Majelis Subuh Berjama’ah juga diharapkan dapat menjadi ruang pembentukan karakter masyarakat dan generasi muda melalui tausiyah yang membahas akidah, akhlak, kerja keras dan kehidupan yang berkah.

Tausiyah pada kegiatan tersebut disampaikan oleh Ustaz Fikri Badjeber, Lc., MH.

Rahmad berharap, melalui kegiatan Subuh Berjama’ah, sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat. Kebersamaan tersebut diharapkan menjadi modal sosial dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, peduli dan turut berperan dalam pembangunan daerah.

“Penguatan sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terus dilakukan sehingga pembangunan Kabupaten Sigi berjalan secara inklusif dengan tetap berlandaskan nilai-nilai moral, spiritual dan kebersamaan,” harapnya. (Ardi)