Festival Kampung Maulid ke-7 di Langaleso Digelar Empat Hari, Hadirkan Beragam Lomba dan Sunatan Massal Gratis

PENASULAWESI.COM, SIGI — Festival Kampung Maulid ke-7 dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW resmi dibuka di Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Kamis (1/10/2026). Kegiatan yang mengusung semangat keagamaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial tersebut akan berlangsung selama empat hari, mulai 1 hingga 4 Oktober 2026.

Pembukaan festival dihadiri Staf Ahli Bupati Sigi Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia (SDM), Rahmad Iqbal Nurkhalis, yang mewakili Bupati Sigi.

Turut hadir Camat Dolo, Kepala Desa Langaleso, Ketua Yayasan Raudhatul Jannah, perwakilan BAZNAS Kabupaten Sigi dan BAZNAS Provinsi Sulawesi Tengah, BPKH, PMI, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat Desa Langaleso, serta masyarakat Desa Langaleso.

Dalam sambutan Bupati Sigi yang disampaikan Rahmad Iqbal Nurkhalis, ditegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial atau tradisi tahunan.

Menurutnya, Maulid merupakan momentum untuk mengenang sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, persaudaraan, keadilan, kesabaran, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.

“Rasulullah SAW telah memberikan teladan bahwa kemajuan sebuah masyarakat tidak hanya dibangun dengan pembangunan fisik, tetapi juga dengan membangun akhlak, karakter, persatuan, dan kepedulian sosial,” ujar Rahmad.

Ia mengajak masyarakat menjadikan semangat Maulid sebagai energi untuk memperkuat kehidupan bermasyarakat, termasuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW kepada anak-anak dan generasi muda.

“Kecintaan kepada Rasulullah SAW bukan hanya melalui ucapan, tetapi dengan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Rahmad juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sigi terus berkomitmen membangun daerah yang tidak hanya maju dalam pembangunan, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai agama, budaya, dan kebersamaan.

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Festival Kampung Maulid memiliki peran penting sebagai ruang memperkuat silaturahmi, memperkokoh persaudaraan, serta menjaga tradisi positif yang tumbuh di tengah masyarakat.

Ia berharap Festival Kampung Maulid dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan sehingga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Sigi yang religius, berkarakter, harmonis, dan saling menghargai.

√ Berlangsung Empat Hari dengan Beragam Kegiatan

Festival Kampung Maulid ke-7 di Desa Langaleso berlangsung selama empat hari, yakni 1 sampai 4 Oktober 2026. Selama pelaksanaan, masyarakat akan disuguhkan berbagai penampilan serta kegiatan dan perlombaan bernuansa keagamaan dan kebersamaan.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, untuk berpartisipasi sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Selain kegiatan festival, momentum Maulid Nabi juga diisi dengan kegiatan sosial berupa sunatan massal gratis bagi 100 anak.

Kegiatan sunatan massal tersebut disponsori oleh Yayasan Raudhatul Jannah bekerja sama dengan BAZNAS, sebagai bentuk kepedulian sosial dan pelayanan kepada masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan sosial tersebut turut melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur kesehatan, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Langaleso dan sekitarnya.

Rahmad menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pihak yayasan, BAZNAS, serta seluruh lembaga dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan Festival Kampung Maulid ke-7.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui festival tersebut dapat terus dipelihara dalam kehidupan masyarakat.

“Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Sigi dengan semangat kebersamaan, saling menghormati, saling membantu, dan saling menguatkan,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat melalui musyawarah dan semangat persaudaraan.

“Jika selama ini masih ada perbedaan di antara kita, mari kita pererat kembali persaudaraan. Jika ada yang membutuhkan, mari kita hadir memberikan kepedulian. Dan jika ada persoalan di tengah masyarakat, mari kita selesaikan dengan musyawarah, kebersamaan, dan semangat persaudaraan,” katanya. (Ardi)