Pemkab Sigi Tekankan Penguatan Nilai Religius dan Sinergi di Haul Guru Tua ke-58

PENA SULAWESI.COM, SIGI – Bupati Sigi yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat, dan SDM, Rahmad Iqbal Nurkhalis, menyampaikan sambutan pada peringatan Haul Guru Tua ke-58 yang digelar di Desa Balongga, Kecamatan Dolo Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan haul tersebut dihadiri Ketua Utama Alkhairaat, Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri. Turut hadir unsur Pimpinan Besar Alkhairaat, di antaranya KH Husen Habibu, Habib Ali bin Hasan Aljufri, serta Sekretaris Umum Yayasan Alkhairaat H Asgar Bashir Khan. Hadir pula unsur Sekjen PB Alkhairaat Ashar Hasyim dan Ketua Komwil Alkhairaat Sulawesi Tengah Arifin Sunusi.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Sigi Anwar, para Anggota DPRD Sigi Dapil IV, Wakapolres Sigi, Kapolsek Dolo beserta jajaran, Kepala Puskesmas Baluase, para kepala desa, tokoh perempuan se-Kecamatan Dolo Selatan, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Rahmad Iqbal menegaskan bahwa kegiatan Haul tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai religius serta mempererat sinergi antara masyarakat, ulama, dan pemerintah daerah.

“Kegiatan ini tidak hanya seremonial, tetapi menjadi ruang memperkuat nilai keagamaan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa peringatan haul merupakan bentuk penghormatan dan doa kepada Habib Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri, sekaligus refleksi atas keteladanan beliau dalam perjuangan dakwah dan pendidikan. Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan Guru Tua harus terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat.

“Haul ini bukan sekadar mengenang, tetapi bagaimana kita meneladani perjuangan beliau dalam membimbing umat,” katanya.

Rahmad Iqbal menambahkan, almarhum bukan hanya seorang ulama, tetapi juga figur pembina akhlak, tokoh pendidik, serta panutan dalam kehidupan sosial. Keteguhan dalam menyampaikan kebenaran, serta kesederhanaan dan keikhlasan dalam berjuang menjadi teladan yang tetap relevan hingga saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sigi juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga persatuan, serta bersama-sama membangun daerah yang religius, harmonis, dan sejahtera. Momentum haul yang dirangkaikan dengan halal bihalal juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi pasca Ramadan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan keagamaan dan pendidikan, termasuk yang dilaksanakan oleh Alkhairaat. Sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dinilai sangat penting demi kemaslahatan umat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kerja kolaboratif dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Pemerintah berkomitmen memastikan tidak ada lagi anak-anak di Sigi yang putus sekolah, serta meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama kalangan kurang mampu.

Rahmad Iqbal juga menyoroti tantangan serius yang dihadapi daerah, salah satunya tingginya kasus narkoba. Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Sigi berada pada peringkat kedua di Sulawesi Tengah dalam kasus narkoba, sehingga membutuhkan perhatian dan kerja sama dari semua pihak.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga ulama dan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk mendukung program inovasi daerah “Pakagali Pakagaya Ngata” yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan desa. Ia meminta para kepala desa dan masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan, dimulai dari rumah masing-masing.

Menutup sambutannya, Rahmad Iqbal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dan berkomitmen membangun Kabupaten Sigi yang lebih maju, sejahtera, serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan keberkahan kepada kita semua,” pungkasnya. (Ardi)