Camat Dolo Selatan Ajak Perkuat Generasi Emas Sigi di Haul Guru Tua ke-58

PENASULAWESI.COM, SIGI – Camat Dolo Selatan, Yahya Landua, menyampaikan sambutan penuh pesan moral dalam kegiatan Haul Guru Tua ke-58 yang diselenggarakan di Desa Balongga, Kecamatan Dolo Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Silaturahim Menuju Aksi, Mewujudkan Generasi Emas Sigi yang Sehat Tanpa Narkoba, Generasi Berkualitas Tanpa Pernikahan Dini, Sejahtera Tanpa Stunting dalam Semangat Pagagali Pakagaya Ngata.”

Dalam sambutannya, Yahya Landua menyoroti persoalan serius yang tengah dihadapi generasi muda, khususnya bahaya narkoba yang dinilai sudah mulai menyasar anak-anak. Ia menegaskan pentingnya peran semua pihak untuk mencegah dampak negatif tersebut, termasuk maraknya pernikahan di bawah umur yang juga menjadi perhatian utama.

“Kita sengaja mengangkat persoalan ini karena sudah masuk ke ranah anak-anak kita. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Sebagai Ketua Komda Alkhairat Kabupaten Sigi, Yahya juga menjelaskan esensi pelaksanaan haul Guru Tua di Dolo Selatan, yakni sebagai sarana mempererat silaturahim sekaligus memperkuat keberadaan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Alkhairaat di wilayah tersebut.

Ia menegaskan bahwa MDA merupakan amanah dari Guru Tua yang harus dijaga keberlangsungannya. “Jangan sampai MDA di Dolo Selatan mati. Itu adalah tanggung jawab kita bersama sebagai abna Alkhairaat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yahya juga menyoroti kebijakan sekolah yang berpotensi menghambat aktivitas belajar di MDA, terutama dengan adanya program sekolah hingga sore hari. Ia mengingatkan agar pihak sekolah tetap memberi ruang bagi anak-anak untuk mengikuti pendidikan keagamaan.

“Jangan sampai anak-anak kita dilarang masuk MDA hanya karena sekolah sampai sore. Itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Ia bahkan mengusulkan solusi integrasi antara sekolah formal dan MDA, dengan menghadirkan guru MDA di lingkungan sekolah menggunakan dukungan dana BOS.

Di akhir sambutannya, Yahya Landua mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah desa untuk menghidupkan kembali MDA di masing-masing wilayah. Ia juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap pendidikan agama sebagai bekal generasi masa depan.

Kegiatan Haul Guru Tua ke-58 ini ditutup dengan penunjukan Desa Bangga sebagai tuan rumah pelaksanaan haul tahun berikutnya, yang direncanakan berlangsung di kawasan hunian tetap (huntap) dengan panorama alam yang indah. (Ardi)