
PENASULAWESI.COM, SIGI – Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur’an Ar Rayyan Kapiroe, Kecamatan Palolo, terus mengembangkan konsep pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membekali para santri dengan penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ar Rayyan Kapiroe, Yahya Y.A. Landua, mengatakan sejak awal pihaknya mengembangkan pendidikan tahfidz yang dipadukan dengan pembelajaran dua bahasa asing tersebut.
Menurutnya, konsep pendidikan tersebut diarahkan untuk membentuk generasi penghafal Al-Qur’an yang memiliki kemampuan keagamaan yang kuat sekaligus keterampilan komunikasi yang dapat menunjang kiprah mereka di tingkat nasional maupun internasional.
“Konsep pendidikan ini diarahkan untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya memiliki kemampuan keagamaan, tetapi juga mempunyai keterampilan komunikasi yang dapat menunjang kiprah mereka di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Yahya.
Ia menjelaskan, penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris menjadi salah satu bekal penting bagi para santri untuk memperluas kesempatan dalam melanjutkan pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.
Selain itu, lulusan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ar Rayyan Kapiroe diharapkan mampu mempersiapkan diri untuk memiliki kiprah yang lebih luas di bidang keagamaan, termasuk menjadi imam masjid di berbagai daerah bahkan hingga tingkat internasional.
Dengan bekal hafalan Al-Qur’an yang memadai serta kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang fasih, para lulusan diharapkan memiliki kapasitas untuk tampil sebagai imam, pendakwah, maupun pembimbing umat di lingkungan yang lebih luas.
“Harapan kami, para santri tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kemampuan bahasa yang baik. Dengan hafalan yang memadai serta penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, mereka dapat mempersiapkan diri untuk berkiprah di berbagai negara, termasuk menjadi imam masjid dunia,” jelas Yahya.
Menurutnya, kemampuan bahasa asing juga dapat menjadi modal penting bagi para alumni dalam memasuki dunia kerja. Penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dinilai dapat membuka peluang bagi lulusan untuk bekerja di berbagai bidang, termasuk pada perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia maupun di luar negeri.
Yahya berharap para lulusan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ar Rayyan Kapiroe nantinya memiliki kesempatan yang lebih luas untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri sekaligus mengembangkan kiprah mereka di tingkat internasional.
“Harapannya, para santri lulusan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ar Rayyan Kapiroe dapat menjadi generasi Qur’ani yang memiliki kemampuan bahasa asing, sehingga mampu melanjutkan pendidikan dan berkiprah lebih luas di tingkat internasional,” harapnya.
Dengan memadukan pendidikan tahfidz, penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ar Rayyan Kapiroe berupaya menyiapkan santri yang memiliki fondasi keagamaan yang kuat sekaligus keterampilan komunikasi untuk menunjang pendidikan, dunia kerja, serta kiprah mereka di tengah masyarakat hingga tingkat internasional. (Ardi)









