Reses di Tiga Desa, Alia Idrus Dorong Perbaikan Jalan Kantong Produksi dan Bantuan Kelompok Usaha

PENASULAWESI.COM, SIGI — Anggota DPRD Kabupaten Sigi dari Fraksi PDI Perjuangan, Alia Idrus, menyebut perbaikan jalan kantong produksi masih menjadi aspirasi prioritas masyarakat di daerah pemilihannya, khususnya para petani.

Hal itu disampaikan Alia setelah melaksanakan kegiatan reses di tiga desa, yakni Desa Lonca, Tomua, dan Bolapapu, baru ini. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah kebutuhan, dengan perbaikan akses jalan menuju kawasan produksi menjadi salah satu permintaan utama.

Menurut Alia, kondisi infrastruktur jalan produksi sangat berkaitan dengan aktivitas dan kesejahteraan petani. Akses yang memadai dibutuhkan untuk mendukung mobilitas masyarakat serta mempermudah pengangkutan hasil pertanian.

“Masyarakat memahami betul kondisi efisiensi anggaran daerah. Dampak efisiensi juga terjadi bahkan hingga di tingkat desa. Namun, kebutuhan petani tentu harus tetap menjadi prioritas perhatian pemerintah daerah guna mendukung program peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Alia.

Ia menegaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat selama reses akan menjadi perhatian dirinya sebagai salah satu perwakilan masyarakat di DPRD Sigi. Alia berkomitmen untuk mendorong sekaligus mengawal agar kebijakan dan alokasi anggaran daerah tetap memberikan perhatian terhadap kebutuhan petani.

“Ini akan menjadi perhatian bagi saya sebagai salah satu perwakilan masyarakat untuk dapat mendorong dan mengawal alokasi anggaran daerah agar berpihak kepada petani,” katanya.

Selain persoalan infrastruktur, Alia mengatakan masyarakat juga menyampaikan kebutuhan bantuan sosial bagi kelompok masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok sehingga mampu mendorong peningkatan pendapatan masyarakat.

Ia menilai penguatan kelompok usaha bersama dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya melalui kegiatan usaha yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan di masing-masing desa.

“Selain itu, bantuan sosial kelompok juga menjadi perhatian dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sebagai salah satu upaya mendorong peningkatan pendapatan masyarakat berbasis kelompok usaha bersama,” ujarnya. (Ardi)