penasulawesi.com, SIGI — Pemerintah Kabupaten Sigi menargetkan pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Pombewe Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, rampung sebelum penerimaan siswa baru tahun 2027.
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae mengatakan, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat saat ini masih menunggu tahapan proses di pemerintah pusat. Namun, seluruh persyaratan terkait lahan dan data kependudukan telah disiapkan oleh pemerintah daerah.
Hal itu disampaikan Rizal usai menghadiri Pembukaan Pameran Karya Seni, Tour e-Sekolah sekaligus Open House Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Sentra Nipotowe, Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Senin (10/8/2026).
“Masalah data kependudukan untuk pembuktian sudah selesai. Tinggal sekarang kami menunggu proses dari pemerintah pusat, dalam hal ini Menteri Sosial maupun Menteri Dalam Negeri, sesuai dengan ketentuan, termasuk proses tender,” kata Rizal.
Ia menyebutkan, dirinya telah beberapa kali melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi dapat segera direalisasikan.
“Saya sudah kurang lebih lima sampai enam kali bertemu dengan Pak Menteri, Wakil Menteri dan beberapa direktur yang ada di kementerian. Bahkan dari PU sebagai pelaksana program Presiden juga sudah beberapa kali,” ujarnya.
Menurut Rizal, lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat telah memenuhi persyaratan administrasi dan sudah bersertifikat.
“Lahannya sudah layak dan administrasi menyangkut lahan sudah selesai, sudah bersertifikat,” jelasnya.
Rizal mengatakan, berdasarkan informasi dari kepala dinas terkait, proses tender pembangunan gedung Sekolah Rakyat ditargetkan paling lambat Oktober 2026.
“Insyaallah tahun ini juga. Menurut Pak Kadis, bulan Oktober paling lambat sudah tender,” katanya.
Ia berharap pembangunan dapat berjalan sesuai target sehingga pada penerimaan siswa baru tahun 2027, para peserta didik sudah dapat menempati gedung Sekolah Rakyat yang baru.
“Dengan target yang diberikan dan harapan kepada pemerintah pusat, mudah-mudahan tahun depan pada penerimaan siswa baru sekolah itu sudah selesai. Sudah pasti tidak di sini lagi tahun depan,” tegasnya.
√ Kapasitas 2.160 Siswa
Rizal mengungkapkan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi diproyeksikan menampung sekitar 2.160 siswa, mulai jenjang SD, SMP hingga SMA.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memberikan akses pendidikan gratis kepada masyarakat kurang mampu.
Untuk memastikan penerima manfaat tepat sasaran, Pemkab Sigi akan melakukan pemeriksaan dan pendataan terhadap calon siswa, terutama masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2.
“Yang berhak untuk sekolah di situ adalah mereka yang terdaftar dalam data DTKS, khususnya desil 1 dan desil 2, yaitu masyarakat miskin ekstrem dan miskin,” ujarnya.
Rizal juga menilai fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan sekolah umum.
Selain menyediakan tempat tinggal yang layak, proses pembelajaran telah didukung teknologi digital berupa laptop dan smartboard.
“Belajar mengajar mereka sudah pakai digital, sudah pakai laptop dan smartboard untuk pembelajaran. Tentunya itu membedakan. Mereka juga punya seragam yang berbeda dengan sekolah biasa,” katanya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang telah mendorong pelaksanaan program Sekolah Rakyat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Pekerjaan Umum.
√ Lahan Ditambah untuk Fasilitas Olahraga
Selain pembangunan gedung sekolah, Pemkab Sigi juga mengupayakan penambahan lahan dari enam menjadi delapan hektare.
Rizal menjelaskan, penambahan dua hektare tersebut diperlukan untuk mendukung pembangunan fasilitas olahraga, termasuk stadion yang nantinya menjadi bagian dari kawasan Sekolah Rakyat.
“Kalau tambah lagi dua hektare jadi delapan, akan ada sarana olahraga, stadion,” ujarnya.
Pemerintah daerah kemudian melakukan pengecekan terhadap lahan tambahan tersebut bersama jajaran terkait. Hasilnya, lahan dinilai memungkinkan untuk disatukan dalam satu hamparan.
“Dengan satu hamparan itulah yang kami bawa kembali,” kata Rizal.
Dengan kesiapan lahan, kelengkapan administrasi dan koordinasi yang terus dilakukan dengan pemerintah pusat, Pemkab Sigi berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera memasuki tahap tender dan selesai sesuai target sebelum penerimaan siswa baru 2027. (Ardi)









