Bantah Isu Intervensi Istri Bupati, Agus Munandar Tegaskan Pensiun Dini Murni Demi Keluarga

penasulawesi.com, SIGI – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sigi, Agus Munandar, akhirnya angkat bicara menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait pengajuan pensiun dininya. Ia dengan tegas membantah tudingan yang menyebut keputusannya dipengaruhi atau diintervensi oleh istri Bupati.

Agus menilai narasi yang berkembang telah melampaui batas dan mengarah pada fitnah. Karena itu, ia merasa perlu memberikan klarifikasi agar tidak muncul persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

“Saya terus terang prihatin dengan hal-hal seperti itu. Silakan orang berspekulasi, tetapi jangan mengarah ke fitnah. Ini sudah cenderung fitnah,” ujar Agus.

Menurut Agus, keputusan untuk mengakhiri masa pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara lebih cepat merupakan pilihan pribadi yang didasari alasan keluarga. Ia mengungkapkan bahwa sang istri telah lebih dahulu menetap di Banyuwangi, sehingga dirinya memutuskan menyusul setelah menuntaskan tanggung jawab di Pemerintah Kabupaten Sigi.

“Saya ini pertimbangannya murni keluarga. Istri saya sudah di Banyuwangi. Jadi jangan dikaitkan dengan hal-hal yang tidak benar,” tegasnya.

Ia menjelaskan, rencana pensiun dini sebenarnya bukan keputusan yang tiba-tiba. Keinginan tersebut telah disampaikan kepada Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae jauh sebelum isu itu mencuat. Namun, pengajuan sengaja ditunda hingga penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) selesai agar tidak mengganggu jalannya pemerintahan.

“Saya menunggu sampai RKPD selesai. Begitu RKPD selesai dan prosesnya sudah berjalan ke bagian keuangan, di situ saya merasa itu waktu yang paling tepat,” jelas Agus.

Menanggapi isu yang menyeret istri Bupati, Agus juga memberikan penjelasan. Ia mengakui memang kerap berkomunikasi dengan istri Bupati, namun komunikasi tersebut semata-mata berkaitan dengan pelaksanaan program pemerintah, terutama percepatan penanganan stunting dan pengentasan kemiskinan.

“Komunikasi saya dengan Ibu Bupati semata-mata terkait program. Beliau selalu mengingatkan soal stunting dan kemiskinan. Tidak pernah berbicara hal-hal lain di luar tugas pemerintahan,” katanya.

Bahkan, menurut Agus, perhatian istri Bupati terhadap berbagai program pembangunan justru menjadi penyemangat bagi organisasi perangkat daerah untuk bekerja lebih maksimal. Ia menegaskan tidak pernah ada pembicaraan ataupun intervensi terkait jabatan maupun keputusan kepegawaian.

Di sisi lain, Agus menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sigi yang telah menghormati dan mengakomodasi keputusannya untuk pensiun dini. Karena itu, ia berharap polemik yang berkembang tidak lagi menyeret nama Bupati maupun istrinya.

“Bupati sudah sangat baik kepada saya. Jangan sampai beliau ataupun Ibu Bupati menjadi korban fitnah karena keputusan yang memang murni berasal dari saya,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Agus mengimbau masyarakat agar lebih bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan tidak mudah mempercayai narasi yang belum terverifikasi.

“Sampaikan saja berdasarkan klarifikasi saya, saya mundur murni karena pertimbangan keluarga. Hindari fitnah, karena fitnah itu berdosa,” pungkasnya. ***