PENASULAWESI.COM, PALU — Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Pemuda Alkhairaat (PP HPA), Ashar Yahya, menegaskan pentingnya loyalitas dan kesatuan sikap seluruh kader Himpunan Pemuda Alkhairaat (HPA) terhadap kepemimpinan Ketua Utama Alkhairaat, Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri.
Penegasan itu disampaikan Ashar saat menutup kegiatan Training of Trainer (ToT) dan Pengkaderan Kader Nasional (PKN) Himpunan Pemuda Alkhairaat yang berlangsung selama tiga hari di Palu, Ahad (20/9).
Ashar mengatakan, seluruh peserta telah mengikuti rangkaian pembekalan dan materi yang diberikan oleh para narasumber. Ia berharap materi tersebut tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat didalami dan diterapkan sebagai bekal dalam menjalankan tugas organisasi di daerah masing-masing.
Namun, menurut Ashar, ada hal yang lebih penting yang harus dipahami oleh seluruh kader, yakni menyangkut loyalitas dan kesatuan arah dalam kelembagaan Alkhairaat.
“Kita siap ‘menua’ bersama Ketua Utama Alkhairaat, Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri. Kiblat kita dalam kelembagaan Alkhairaat adalah Ketua Utama Alkhairaat dan Pengurus Besar Alkhairaat, tidak ada yang lain,” tegas Ashar.
Pernyataan tersebut langsung disambut takbir oleh para peserta.
Ashar menegaskan, semangat satu nafas bersama Ketua Utama menjadi salah satu pesan utama yang ingin ditanamkan melalui pelaksanaan ToT dan PKN tersebut.
Ia mengatakan, pembinaan kader HPA saat ini tidak hanya diarahkan pada pembentukan kesadaran secara umum, tetapi juga diperkuat melalui pemahaman terhadap struktur dan arah kelembagaan.
“Sekarang bukan lagi membangun kesadaran yang sifatnya umum, tetapi lebih dipertajam secara struktur bahwa Alkhairaat hanya satu, tegak lurus pada Habib Alwi bin Saggaf Aljufri sebagai Ketua Utama Alkhairaat,” ujarnya.
Menurut Ashar, militansi kader merupakan bagian penting yang harus terus dijaga dalam perjalanan HPA. Ia menilai, para kader yang hadir dalam kegiatan tersebut memiliki niat yang sama untuk menata kembali organisasi agar dapat berkembang dengan semangat kebesaran yang telah dibangun para tokoh Alkhairaat sebelumnya.
“Jiwa militansi inilah yang kita jaga. Saya yakin kita semua memahami, kita hadir dan berkumpul di sini dengan kerinduan dan satu niat, ingin menata kembali HPA dengan kebesaran dan kejayaannya yang dibangun oleh tokoh-tokoh Alkhairaat. Sejarah ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tandasnya.
Lebih lanjut, Ashar menjelaskan bahwa ToT dan PKN HPA yang pertama tersebut tidak hanya menjadi forum pembekalan kader. Para peserta juga diharapkan mampu menjadi penggerak organisasi dengan membangun struktur HPA serta melaksanakan proses pengkaderan hingga tingkat kecamatan di masing-masing daerah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi pembaiatan para peserta. Prosesi tersebut menjadi bagian dari penanaman militansi sekaligus penguatan komitmen kader terhadap organisasi.
Setelah itu, para peserta diarahkan membangun kesepahaman bersama untuk mengawal program-program perguruan Alkhairaat dalam satu misi yang diwariskan Guru Tua, yakni pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan.
Melalui pengkaderan tersebut, HPA diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang memiliki kapasitas, militansi, serta komitmen dalam meneruskan perjuangan dan menjaga keberlangsungan cita-cita Alkhairaat. (***)









