Camat Dolo Selatan Luncurkan ‘Lagu Elo Belona’, Angkat Pesan Persaudaraan dan Perdamaian

Camat Dolo Selatan Yahya Y.A. Landua, S.Ag., MM.

PENASULAWESI.COM, SIGI — Camat Dolo Selatan, Yahya Y.A. Landua, meluncurkan sebuah karya musik bertajuk “Elo Belona” yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kaili, khususnya tentang pentingnya menjaga persaudaraan, kebersamaan, dan kerukunan di tengah masyarakat.

Lagu tersebut lahir dari slogan “Elo Belona” yang selama ini digaungkan Yahya sebagai pesan moral sekaligus ajakan kepada masyarakat Kabupaten Sigi dan masyarakat Kaili secara umum untuk mengedepankan penyelesaian masalah secara damai dan bijaksana.

Yahya menjelaskan, “Elo Belona” merupakan ungkapan dalam bahasa Kaili yang mengandung makna mencari jalan keluar atau solusi terbaik dalam menghadapi suatu persoalan.

Menurutnya, pesan tersebut memiliki relevansi kuat dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam mencegah terjadinya perselisihan yang berpotensi berkembang menjadi konflik antarkelompok atau antarwilayah.

“Diciptakannya lagu ini terinspirasi dari adanya slogan ‘Elo Belona’, sekaligus sebagai pesan moral kepada masyarakat Kabupaten Sigi dan masyarakat Kaili pada umumnya untuk selalu menjaga kebersamaan dan persaudaraan serta menghindari perselisihan dan perkelahian antarmasyarakat,” ujar Yahya.

Ia menambahkan, nilai yang terkandung dalam “Elo Belona” merupakan bagian dari pesan leluhur yang mengajarkan masyarakat untuk tidak mengedepankan emosi ketika menghadapi persoalan, melainkan mencari penyelesaian terbaik melalui musyawarah dan pendekatan yang mengutamakan perdamaian.

“Dengan mengedepankan pesan leluhur kita untuk mencari jalan keluar yang terbaik atau solusi, dalam bahasa Kaili disebut ‘Elo Belona’, kita dapat menghindari terjadinya bentrokan sesama warga,” jelasnya.

Yahya berharap lagu dan album “Elo Belona” tidak sekadar menjadi karya seni, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat. Melalui musik, nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan diharapkan dapat lebih mudah diterima dan diingat oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda.

“Album ‘Elo Belona’ ini merupakan pengingat sekaligus nasihat orang tua kepada kita sebagai anaknya agar senantiasa hidup rukun, menjaga kebersamaan dan persaudaraan, serta tetap bersatu,” tuturnya.

Ia berharap pesan yang diangkat melalui karya tersebut dapat memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keharmonisan sosial serta melestarikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat Kaili.

“Peluncuran “Elo Belona” sekaligus menjadi bentuk kontribusi melalui karya budaya untuk menyampaikan pesan perdamaian dan memperkuat semangat persatuan di Kabupaten Sigi,” ujar Yahya. (Ardi)