
PENASULAWESI.COM, SIGI — Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menegaskan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati Sigi saat membuka Rapat Koordinasi TP PKK Kabupaten Sigi yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026, Selasa (15/9/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa PKK bukan sekadar organisasi pelengkap, melainkan memiliki jaringan sosial yang luas hingga tingkat keluarga. Karena itu, keberadaan PKK dinilai sangat penting dalam mendukung pencapaian indikator pembangunan daerah.
“PKK bukan disampingkan, tapi PKK jadi garda terdepan bersama OPD,” tegasnya.
Menurut Bupati, berbagai program pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan penanganan kemiskinan, stunting, kesehatan, perumahan, hingga pemutakhiran data masyarakat, tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan kader PKK.
Ia mencontohkan peran PKK dalam melakukan pemantauan dan verifikasi kondisi masyarakat. Melalui gerakan di tingkat desa dan keluarga, PKK dinilai mampu membantu pemerintah mengidentifikasi persoalan secara langsung di lapangan.
Bupati juga meminta 11 organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan TP PKK Kabupaten Sigi agar tidak menjadikan kerja sama tersebut sebatas dokumen administratif.
“Setelah ditandatangani, harus dilaksanakan. Setelah dilaksanakan, harus dipantau. Dan setelah dipantau, harus diukur hasilnya,” ujarnya.
Ia meminta setiap kerja sama diterjemahkan ke dalam program, kegiatan, lokasi sasaran, serta hasil yang terukur sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Bupati menegaskan, anggaran dan program OPD harus diarahkan untuk mendukung pencapaian target pembangunan, sementara PKK menjadi salah satu penggerak utama di lapangan.
“PKK ini membantu Bapak Ibu pimpinan OPD untuk mencapai indikator capaian output maupun outcome,” katanya. (Ardi)









