
PENASULAWESI.COM, SIGI – Camat Dolo Selatan, Yahya Landua, mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tadulako (Untad) untuk memprioritaskan program penataan desa selama melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di 12 desa di Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi.
Hal itu disampaikan Yahya saat menerima mahasiswa KKN Untad di Kantor Camat Dolo Selatan, Kamis (15/10/2026).
Dalam sambutannya, Yahya menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat membantu pemerintah desa dalam meningkatkan kebersihan, menata lingkungan, serta mendukung pelaksanaan program pembangunan di tingkat desa.
Menurutnya, penataan desa menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian, terutama dalam mendukung program Pagagali Pagagaya Ngata yang dilaksanakan di Kabupaten Sigi.
Program tersebut mencakup penilaian terhadap berbagai aspek lingkungan dan fasilitas pelayanan publik, mulai dari kantor kecamatan, puskesmas, sekolah, hingga desa.
Yahya mengungkapkan, Kantor Camat Dolo Selatan sebelumnya berhasil meraih predikat terbaik pertama dalam penilaian kantor camat se-Kabupaten Sigi. Saat ini, penilaian memasuki tahap kedua yang turut melibatkan desa-desa.
Karena itu, ia berharap mahasiswa KKN dapat mengambil peran aktif dengan membangun kerja sama bersama pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas penataan lingkungan.
“Harapan saya kepada adik-adik mahasiswa KKN, program intinya adalah penataan desa. Bantu pemerintah desa untuk bekerja sama dalam menyukseskan program Pagagali Pagagaya Ngata,” kata Yahya.
Ia menjelaskan, kebersihan dan penataan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kondisi sekolah, kantor desa, dan lingkungan permukiman saling berkaitan dalam menciptakan desa yang tertata dan bersih.
Yahya juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terlalu banyak menyusun program kerja, tetapi lebih mengutamakan kegiatan yang dapat dituntaskan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, program yang dijalankan mahasiswa sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan desa dan disinergikan dengan program pemerintah setempat.
Selain penataan lingkungan, mahasiswa juga diharapkan dapat membantu pemerintah desa dalam kegiatan pendataan serta mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.
√ Tekankan Koordinasi dan Kolaborasi
Yahya menekankan pentingnya koordinasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, tokoh masyarakat, warga, dan pihak kecamatan selama pelaksanaan kegiatan.
Ia berharap komunikasi yang baik dapat membantu mahasiswa memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat sehingga program yang dilaksanakan tepat sasaran.
“Kami harapkan saling berkoordinas.i dengan pemerintah desa, masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat, dan pihak kecamatan supaya kami mengetahui permasalahan yang terjadi di desa-desa,” ujarnya.
Kepada para kepala desa, Yahya juga meminta agar menyediakan fasilitas dasar yang memadai bagi mahasiswa selama menempati posko KKN, terutama ketersediaan air dan penerangan.
Di sisi lain, mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan kehidupan masyarakat desa, menjaga sikap, serta membangun hubungan yang baik dengan warga.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya ditentukan oleh program kerja yang disusun, tetapi juga oleh kemampuan mahasiswa membaur dan bekerja sama dengan masyarakat.
“Harapan kita, mahasiswa datang ke tempat ini siap membaur dengan masyarakat, siap bergaul, dan siap melakukan kerja sama dengan masyarakat,” tuturnya.
“Kami berharap pelaksanaan KKN Untad di 12 desa di Kecamatan Dolo Selatan dapat berjalan lancar serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan kemajuan desa melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah kecamatan,” tambah Yahya. (Ardi)









