Hadiri Maulid Nabi di Palolo, Rahmad Iqbal Ajak Warga Perkuat Sinergi Bangun Sigi

PENASULAWESI.COM, SIGI — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Kecamatan Palolo bersama Wanita Islam Alkhairat (WIA) Kecamatan Palolo menjadi momentum untuk memperkuat nilai religius sekaligus membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Muhajirin, Desa Makmur, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Minggu (30/8/2026), tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Sigi Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Rahmad Iqbal Nurkhalish, yang hadir mewakili Bupati Sigi.

Kegiatan ini juga dihaditi Pimpinan Pusat WIA, Sakinah Aljufri, Camat Palolo bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Palolo, Sekretaris Kecamatan Palolo bersama istri, Kapolsek Palolo bersama istri, Pengurus Pusat WIA Provinsi Sulawesi Tengah, Pengurus WIA Kabupaten Sigi, serta pengurus WIA Kecamatan dan ranting se-Kecamatan Palolo.

Rahmad Iqbal Nurkhalish menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah seperti kasih sayang, toleransi, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama sangat relevan untuk terus diperkuat dalam kehidupan masyarakat.

“Maulid Nabi bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW serta menjadikan akhlak beliau sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rahmad Iqbal.

Ia mengatakan, kegiatan keagamaan seperti Maulid juga memiliki peran penting sebagai sarana dakwah dan edukasi umat, sekaligus mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah di tengah masyarakat.

Menurutnya, ketika pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, organisasi perempuan, serta masyarakat dapat duduk bersama dalam satu majelis, maka hubungan antarelemen masyarakat akan semakin dekat dan harmonis.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat memperkuat silaturahmi dan persatuan. Nilai kasih sayang dan toleransi yang diajarkan Rasulullah harus terus kita implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Rahmad menegaskan, pembangunan Kabupaten Sigi ke depan membutuhkan kerja kolaboratif dan sinergis seluruh pihak. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga membutuhkan penguatan fondasi moral dan spiritual masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk Wanita Islam Alkhairat, untuk bersama-sama mendukung berbagai program Pemerintah Kabupaten Sigi.

“Pembangunan daerah membutuhkan kerja bersama. Kita berharap seluruh kelompok masyarakat, termasuk Wanita Islam Alkhairat, dapat terus bersinergi dan berperan aktif mendukung program pemerintah, khususnya dalam persoalan kemasyarakatan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti sejumlah persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama, di antaranya penanggulangan kemiskinan, pencegahan stunting, serta upaya mencegah kenakalan remaja, penyalahgunaan minuman keras, narkoba dan berbagai persoalan sosial lainnya.

Rahmad menilai, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan tersebut. Peran keluarga, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda dan seluruh masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk ikut menyukseskan program Pemerintah Daerah Pakagali Pakagaya Ngata, sebagai gerakan bersama untuk menciptakan desa yang bersih dan indah.

“Pakagali Pakagaya Ngata harus menjadi gerakan bersama dan dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing. Mari kita mulai dari rumah kita sendiri dengan menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan,” ajaknya.

Ia juga mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah secara produktif sehingga selain menciptakan lingkungan yang lebih indah, juga dapat memberikan manfaat bagi keluarga.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Palolo tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan keagamaan semata, tetapi mampu melahirkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan semakin kuatnya sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan dan masyarakat, pembangunan Kabupaten Sigi diharapkan dapat berjalan lebih inklusif dengan tetap berlandaskan nilai-nilai moral, spiritual dan kebersamaan,” ujarnya. (Ardi)