PENASULAWESI.COM, SIGI — Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae meminta seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sigi.
Imbauan tersebut disampaikan Rizal diacara Tablig Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis malam (3/8/2026) di kediamannya.
Rizal mengatakan, kondisi lahan yang semakin kering membuat potensi kebakaran meningkat. Ia bahkan mengaku prihatin melihat kondisi wilayah Bora yang disebutnya hampir tidak lagi memiliki rumput hijau.
“Kalau saya ke Bora, saya ngeri. Karena tidak ada saya lihat rumput yang hijau sekarang di Bora,” ujarnya.
Ia secara khusus mengingatkan masyarakat, termasuk para perokok, agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Menurutnya, puntung rokok yang dibuang di lahan kering dan kemudian tertiup angin dapat menjadi pemicu kebakaran.
Rizal menyebut kebakaran telah terjadi di sejumlah titik, di antaranya Sidera dan Oloboju. Pemkab Sigi mencatat terdapat tujuh titik kebakaran yang terjadi, meski beberapa di antaranya dapat segera ditangani sehingga api tidak merambat ke permukiman.
“Jangan sembarang buang puntung rokok. Kalau buang puntung rokok terus datang angin kencang, itu yang menyebabkan api,” katanya.
Ia mengapresiasi respons cepat petugas pemadam kebakaran, meski armada yang dimiliki pemerintah daerah masih terbatas.
Untuk memperkuat penanganan kebakaran, Rizal meminta dukungan Taman Nasional serta jajaran TNI, khususnya terkait penyediaan alkon dan selang berukuran panjang untuk membantu pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau.
Ia juga menyebut jajaran TNI dan Polri telah meningkatkan kesiapsiagaan. Pangdam disebut telah menyiapkan satuan tugas di sejumlah wilayah, sementara Kapolres Sigi telah melakukan apel siaga terkait karhutla dan dampak kemarau panjang.
Selain kebakaran, kemarau panjang juga menjadi perhatian Pemkab Sigi karena berpotensi mengganggu produksi pertanian.
Rizal mengatakan pemerintah daerah akan mengalokasikan anggaran pada 2026 untuk membantu petani mendapatkan pasokan air sehingga tidak mengalami gagal panen.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah pengadaan alkon, selang, serta kebutuhan pendukung lainnya untuk menyalurkan air dari sejumlah sumber menuju lahan pertanian.
“Bagaimana petani jangan sampai gagal panen. Kemarin Kadis Pertanian menghadap saya untuk bagaimana dianggarkan pengadaan pembelian alkon dan selang-selang untuk menyuplai air ke beberapa aliran sungai,” jelasnya.
Rizal juga meminta agar aliran air dari jaringan irigasi Gumbasa tetap dibuka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah bagian bawah.
Menurutnya, selain untuk pertanian, ketersediaan air dari saluran irigasi juga penting sebagai salah satu sumber air apabila terjadi kebakaran di sekitar wilayah tersebut.
“Jangan sampai ada gagal panen. Dan apabila ada percikan api, bisa ambil air dari saluran irigasi itu,” ujarnya. (Ardi)









