Maulid Nabi, Jamaluddin L Nusu Ajak Teladani Rasulullah untuk Bangun Generasi Berakhlak

PENASULAWESI.COM, SIGI — Jamaluddin L Nusu mengajak masyarakat Kabupaten Sigi untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun keluarga dan generasi yang berakhlak.

Pesan tersebut disampaikan Jamaluddin, saat ia mengisi ceramah di kegiatan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yang digelar di kediaman Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, Kamis malam (3/8/2026).

Dalam ceramahnya, Jamaluddin mengutip firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surah Al-Ahzab ayat 21, “Laqad kana lakum fi rasulillahi uswatun hasanah”, yang menegaskan bahwa pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik.

Menurut Jamaluddin, keteladanan Rasulullah tidak hanya relevan dalam kehidupan beragama, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga, kepemimpinan, pendidikan, hingga kehidupan bermasyarakat.

“Kalau mau jadi keluarga baik, contoh Rasulullah. Mau jadi pemimpin yang baik, contoh Rasulullah. Mau jadi suami yang baik, contoh Rasulullah,” ujar Jamaluddin.

Ia juga menekankan bahwa salah satu misi utama Rasulullah adalah menyempurnakan akhlak manusia. Hal tersebut, kata dia, sebagaimana hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, “Innamal bu’istu liutammima makarimal akhlak”.

Jamaluddin kemudian mengaitkan pembentukan akhlak dengan berbagai persoalan yang dihadapi generasi saat ini, termasuk penyalahgunaan narkoba, stunting, perkawinan anak, dan lemahnya pendidikan dalam keluarga.

Menurutnya, pencegahan persoalan tersebut tidak cukup hanya dilakukan melalui aturan pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif keluarga dan lingkungan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Jamaluddin juga menyoroti pentingnya cara orang tua dalam mendidik anak. Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mendidik Anas bin Malik dengan kelembutan dan kasih sayang.

Jamaluddin mengisahkan bahwa Anas bin Malik pernah mendapat perintah dari Rasulullah, namun sempat membantah dan memilih bermain bersama anak-anak lainnya. Rasulullah tidak merespons dengan kemarahan, melainkan mendekatinya dan mengingatkan Anas dengan cara yang lembut.

“Rasulullah mendidik dengan halus, Rasulullah mendidik dengan kasih sayang,” katanya.

Menurut Jamaluddin, kisah tersebut menjadi pelajaran penting bagi para orang tua dalam mendidik anak di tengah tantangan zaman. Pendidikan dengan kekerasan dan kemarahan, menurutnya, bukan satu-satunya cara untuk membentuk kedisiplinan anak.

Ia menilai pendekatan yang penuh kasih sayang, keteladanan, dan komunikasi yang baik justru menjadi bagian penting dalam membentuk karakter anak.

Selain pendidikan akhlak, Jamaluddin juga menyinggung upaya pencegahan stunting. Ia menekankan bahwa pembangunan generasi berkualitas harus dipersiapkan sejak keluarga, termasuk melalui kesiapan pasangan sebelum menikah dan perhatian terhadap kesehatan serta pemenuhan gizi anak.

Terkait persoalan narkoba, Jamaluddin menyebut Kabupaten Sigi telah memiliki regulasi mengenai pencegahan dan pemberantasan peredaran serta penyalahgunaan narkoba. Ia mendorong agar regulasi tersebut benar-benar diperkuat melalui peran keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, dan pemerintah.

“Kalau akhlak itu baik, maka pasti tidak ada narkoba,” ujarnya.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Sigi ini berharap, peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan memperkuat pendidikan keluarga dan akhlak generasi, kita berharap Kabupaten Sigi dapat melahirkan generasi yang sehat, berkarakter, bertanggung jawab, serta terhindar dari berbagai ancaman sosial,”ujarnya.(Ardi)