
PENASULAWESI.COM, SIGI — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sigi, Dra. Hj. Siti Halwiyah, menegaskan pentingnya memperkuat sinergi seluruh jajaran TP PKK hingga tingkat desa dan keluarga dalam mendukung program pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Siti Halwiyah saat menutup Rapat Koordinasi (Rakor) TP PKK Kabupaten Sigi yang dirangkaikan dengan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026, di Aula Kantor Bupati Sigi, Selasa (15/9/2026).
Siti Halwiyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TP PKK Kabupaten Sigi, TP PKK Kecamatan, serta seluruh kader yang telah mengikuti rangkaian Rakor, bimbingan teknis, dan sosialisasi program PKK.
Ia mengatakan, hasil Rakor tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus ditindaklanjuti melalui monitoring dan evaluasi hingga ke tingkat kecamatan, desa, dasawisma, dan keluarga.
“Jangan berhenti pada Rakor. Mari bergerak, bekerja, dan menghasilkan perubahan nyata,” tegas Siti Halwiyah.

Menurutnya, setelah pelaksanaan monitoring dan evaluasi, jajaran TP PKK akan kembali melakukan pertemuan untuk memaparkan berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang 2026.
Dalam kesempatan tersebut, TP PKK Kabupaten Sigi juga melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 10 organisasi perangkat daerah (OPD). Kerja sama tersebut menjadi bentuk komitmen TP PKK bersama pemerintah daerah untuk menjalankan program secara lebih nyata dan terukur.
Siti Halwiyah menjelaskan, kerja sama dengan Kesbangpol berkaitan dengan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Sementara kerja sama dengan perpustakaan diarahkan pada penguatan literasi.
Adapun kerja sama dengan Dinas Kesehatan berkaitan dengan penanganan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta percepatan penurunan stunting.
“Artinya kita akan bekerja bersama, karena TP PKK adalah mitra strategis pemerintah daerah,” ujarnya.
Siti Halwiyah juga menekankan pentingnya pemutakhiran dan validasi data kesejahteraan sosial. Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar penting dalam menentukan perencanaan, penganggaran, sekaligus sasaran program bantuan pemerintah.
Ia menyebut masih terdapat persoalan inclusion error dan exclusion error dalam data, sehingga diperlukan verifikasi dan validasi secara bersama-sama hingga tingkat desa.
“Data dulu kita perbaiki. Bagaimana data itu dipergunakan nanti untuk perencanaan dan penganggaran yang terukur. Jadi kita bekerja terukur,” katanya.
Ia mendorong jajaran TP PKK Kecamatan dan desa untuk terlibat aktif dalam proses pemutakhiran data, termasuk saat pelaksanaan musyawarah desa. Menurutnya, keterlibatan kader PKK penting karena mereka memiliki kedekatan langsung dengan keluarga dan masyarakat.
Selain persoalan data, Sitti Hawiyah menempatkan penanganan stunting sebagai salah satu fokus utama TP PKK Kabupaten Sigi.
Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah kasus stunting yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Sigi mencapai sekitar 1.613 kasus. Menurutnya, angka tersebut dapat ditekan apabila seluruh pihak bersinergi dan membagi sasaran penanganan secara jelas.
“Kalau kita serius, ada anggarannya di desa, ada anggaran BOK di Puskesmas. Selama ini kita belum bersinergi secara maksimal,” ujarnya.
Ia menilai, Puskesmas, pemerintah desa, dan TP PKK harus menyatukan langkah dalam melakukan pencegahan maupun penanganan stunting.
Pencegahan dilakukan sejak masa kehamilan, sementara anak yang telah mengalami stunting harus mendapatkan pemantauan dan penanganan sesuai kondisi medisnya.
“Kalau dua sampai tiga bulan berat badan atau tinggi badannya tidak naik, silakan dibawa ke rumah sakit, karena dokter anak dan ahli gizi yang dapat menyelesaikannya. PKK tidak bisa mengobati, tetapi PKK-lah motornya karena kita sampai ke keluarga,” jelasnya.
Siti Hawiyah berharap hasil Rakor dapat ditindaklanjuti secara konsisten dengan memperkuat 10 Program Pokok PKK, mendukung percepatan penurunan stunting, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan pemberdayaan perempuan, serta mempercepat verifikasi dan validasi data kesejahteraan sosial.
“Semoga kebersamaan ini semakin memperkuat gerakan PKK di Kabupaten Sigi dan mewujudkan keluarga sehat, cerdas, mandiri dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Rakor TP PKK Kabupaten Sigi yang dirangkaikan dengan HKG PKK ke-54 Tahun 2026 kemudian secara resmi ditutup. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hasil Rakor TP PKK Kabupaten Sigi Tahun 2026 kepada Ketua TP PKK Kabupaten Sigi, Dra. Hj. Sitti Halwiyah. (Ardi)









