Buka Kick Off Festival Danau Lindu, Bupati Sigi Ajak Semua Pihak Bangun Destinasi Wisata Unggulan

penasulawesi.com, SIGI – Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae membuka secara resmi Kick Off Festival Danau Lindu 2026 yang digelar Dewan Kesenian Sigi (DKS) di Cafe Kopdek, Taman Taiganja, Kamis malam (2/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian Festival Danau Lindu 2026 yang diharapkan mampu mendorong kemajuan sektor pariwisata di Kabupaten Sigi.

Kegiatan dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Polres Sigi, camat se-Kabupaten Sigi, Dewan Kesenian Sigi, pelaku seni dan budaya, pelaku UMKM, serta insan pers.

Dalam sambutannya, Bupati Mohamad Rizal Intjenae mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Danau Lindu sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Menurutnya, Kabupaten Sigi memiliki potensi besar di sektor pariwisata meski tidak memiliki wilayah laut. Keindahan alam, kekayaan budaya, serta potensi pertanian menjadi modal utama yang harus dikelola secara optimal.

“Kita tidak punya laut, tetapi kita memiliki kekuatan alam yang luar biasa. Danau Lindu harus menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang terus kita kembangkan secara bertahap hingga dikenal secara nasional bahkan internasional,” ujar Rizal.

Ia mengatakan, pengembangan sektor pariwisata tidak dapat dilakukan oleh Dinas Pariwisata semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh perangkat daerah, pelaku usaha, masyarakat, dan komunitas seni budaya.

Karena itu, pada pelaksanaan Festival Danau Lindu tahun ini, Pemerintah Kabupaten Sigi kembali mempercayakan penyelenggaraannya kepada Dewan Kesenian Sigi.

“Saya percaya potensi seni dan budaya ada di Dewan Kesenian Sigi. Mereka mampu menghadirkan konsep festival yang lebih menarik sehingga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan,” katanya.

Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap sektor-sektor yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, termasuk pariwisata, pertanian, dan UMKM.

Menurutnya, hasil pengelolaan destinasi wisata di kawasan Lindu mulai menunjukkan perkembangan positif. Dalam beberapa bulan terakhir, pendapatan dari sektor wisata di kawasan tersebut telah mencapai lebih dari Rp50 juta.

Selain promosi wisata, Rizal juga menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur penunjang, seperti penyediaan air bersih, pengembangan homestay, hingga fasilitas pendukung lainnya agar wisatawan merasa nyaman saat berkunjung.

Ia meminta percepatan penyelesaian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di kawasan Lindu agar kebutuhan masyarakat dan sektor pariwisata dapat terpenuhi.

Dalam kesempatan itu, Bupati mengungkapkan keinginannya agar seluruh kecamatan di Kabupaten Sigi memiliki agenda festival masing-masing sesuai potensi daerah. Konsep tersebut, menurutnya, terinspirasi dari keberhasilan Kabupaten Banyuwangi yang mampu menggerakkan ekonomi melalui penyelenggaraan berbagai festival sepanjang tahun.

“Kalau setiap kecamatan memiliki festival unggulan, maka akan ada perputaran ekonomi yang terus berlangsung. UMKM hidup, budaya berkembang, dan masyarakat mendapatkan manfaat secara langsung,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Rizal mengajak seluruh masyarakat untuk menyukseskan Festival Danau Lindu 2026 sebagai momentum memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Festival ini bukan hanya milik Dinas Pariwisata atau Dewan Kesenian Sigi, tetapi milik seluruh masyarakat Kabupaten Sigi. Mari kita sukseskan bersama agar Danau Lindu semakin dikenal luas dan menjadi kebanggaan Sulawesi Tengah,” pungkasnya. (Ardi)